Jadi DPO, KPK dan Polisi Masih Buru Miryam

5

SULSELSATU.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama pihak kepolisian memburu mantan anggota DPR RI Miryam S Hariyani sejak ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Status DPO disematkan kepada politisi Partai Hanura itu dikarenakan sampai saat ini keberadaannya belum juga diketahui pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

“MSH belum (ditangkap). Masih dicari oleh pihak kepolisian juga tentunya karena kita sudah koordinasi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (28/4/2017) dikutip dari INILAHCOM.

Febri menjelaskan pihak kepolisian sudah menyebar foto dan identitas Miryam Haryani. Untuk itu, ia meminta masyarakat segera melaporkan kepada kantor kepolisian terdekat atau KPK jika mengetahui keberadaan Miryam.

“Ya tentu kami koordinasi dengan pihak Polri. karena kami juga sudah kirimkan DPO,” katanya.

Imbauan ini berlaku juga untuk tim kuasa hukum Miryam yang memprotes nama kliennya masuk dalam DPO. Salah seorang kuasa hukum Miryam, Aga Khan mengklaim, tindakan KPK ini mengada-ada.

Hal ini lantaran, tim kuasa hukum merasa telah berupaya bersikap koperatif dengan menyampaikan alasan ketidakhadiran

Febri mengatakan, tim kuasa hukum Miryam sebaiknya membantu KPK dengan memberitahukan keberadaan klien mereka. Febri mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang tegas terhadap pihak-pihak, termasuk kuasa hukum yang menyembunyikan Miryam atau menghambat proses hukum ini.

“Jika pihak kuasa hukum mengetahui keberadaan MSH, lebih baik beritahukan KPK mengenai keberadaannya. Pihak yang menyembunyikan ada konsekuensi hukum yang serius. Sebaiknya kuasa hukum bantu KPK untuk memeriksa MSH,” tegasnya.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga