Luis Milla Khawatir dengan Penyelesaian Akhir Timnas U-22

2
Luis Milla, Timnas Indonesia, Timnas U-22, Milla, Bima Sakti, Sepakbola, Karawang, Karawaci, Sekolah Pelita Harapan, Spanyol
Luis Milla. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla mengkhawatirkan penyelesaian akhir anak asuhnya. Kekhawatiran itu terlihat saat Milla tampak geram dengan anak asuhnya yang menciptakan banyak peluang kala uji coba melawan Persita namun hanya bisa menghasilkan dua gol.

Evan Dimas dkk hanya menang 2-1 atas Laskar Cisadane lewat gol Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay.

“Milla selalu berteriak agar pemain secara cepat menyelesaikan peluang di depan gawang. Hal itu menjadi masalah baru di tim ini karena pemain banyak menciptakan peluang, tetapi kesulitan dalam penyelesaian akhir. Jadi, harapan kami saat pemusatan latihan mendatang masalah tersebut bisa terselesaikan,” kata asisten pelatih timnas U-22, Bima Sakti, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (1/5/2017).

Minimnya gol Indonesia U-22 dalam tiga laga uji coba terakhir juga menjadi masalah.

Penajaman di lini depan, yang memakai skema trisula, bakal menjadi menu latihan pada pemusatan latihan 7-10 Mei 2017.

Pelatih asal Spanyol itu memang gemar menerapkan pola 4-3-3 dan 4-2-3-1.
Memang terlihat berbeda, tetapi sebenarnya dalam penerapan dua skema tersebut serupa. Intinya, bakal ada tiga pemain yang didorong menjadi penyerang, dua dari sayap dan satu di tengah.

Sementara tiga pemain lain bertugas sebagai gelandang bertahan, gelandang box-to-box, serta satu playmaker.

Pola 4-2-3-1 lebih kepada penguatan dalam bertahan. Milla menginginkan tekanan lebih kepada lawan dengan tiga pemain depan mempersempit pergerakan lawan.

“Kami bisa menggunakan pola 4-3-3 dan 4-2-3-1. Memang skema itu merupakan anjuran dari Milla. Ia ingin melakukan tekanan di lini depan agar mempersempit lawan melakukan serangan. Yang pasti, setiap pemusatan latihan maupun uji coba selalu ada evaluasi,” tutur Bima.

“Sebelum melawan Persita, kami melakukan evaluasi dari pertandingan kontra Persija. Di laga kontra Persija, kami cukup bagus dalam menekan lawan, sirkulasi bola, dan serangan kombinasi dari kanan maupun kiri. Tinggal kami mantapkan lagi, sekaligus soal penyelesaian akhir,” kata Bima.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga