Korupsi Sewa Lahan Buloa, Sabri: Saya Hanya Mediator

8

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Asisten I kota Makassar M. Sabri akhirnya buka suara terkait penetapannya sebagai tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo Makassar.

Setelah penetapannya sebagai tersangka Sabri mengungkapkan dirinya tidak pernah lari keluar daerah ataupun menghilang.

“Saya tegaskan, saya tidak lari kemana-mana ataupun menghilang setelah penetapan saya sebagai tersangka,” kata Sabri di Lantai 9 Balai Kota Makassar, Selasa (2/5/2017).

Mengenai kasus Buloa, Sabri mengaku hanya bertindak sebagai mediator yang pada saat itu PT. PP meminta kepada Asisten I selaku Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memediasi dengan masyarakat Buloa.

“Mengenai kasus Buloa, saya tegaskan saya hanya bertindak sebagai mediator. Kalau tidak salah 2 sampai 3 kali pihak PT PP datang kepada saya selaku Asisten I meminta dimediasi dengan masyarakat Buloa,” lanjutnya.

Sabri juga menyangkal bahwa dirinya telah menyewakan lahan milik negara sebesar Rp 500 juta per tahun, lanjut Sabri pihak PP dan pemilik lahan melakukan perjanjian dan pembayaran tanpa sepengetahuannya.

“Ini barang bukan saya bikin, yang bikin ini pihak PP dengan pemilik lahan. Saya juga tidak tahu kapan dan di mana surat perjanjian ini dibuat. Barulah setelah proyek berjalan mereka menemui saya, memberita tahu bahwa proyek sudah berjalan,” ungkapnya.

Sabri diketahui menjadi tersangka bersama Jayanti Ramli sebagai pemilik lahan dan Rusdi sebagai penerima sewa pada kasus korupsi sewa lahan milik negara di kelurahan Buloa yang ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga