Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Penguatan Budaya Lokal

11

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei sebaiknya bukan lagi sekedar perayaan ceremonial belaka. Untuk tahun 2017 ini Hardiknas harusnya dijadikan era kebangkitan baru menuju kualitas pendidikan yang lebih baik.

Hal ini dikemukakan Pengamat pendidikan dan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Aris Munandar. Ia mengungkapkan banyak pekerjaan rumah pemerintah dalam dunia pendidikan. pemerataan pendidikan belum menyeluruh utamanya untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), adanya diskriminasi antara guru dan siswa, kualitas guru tidak sejalan dengan kualitas budi, yang terlihat masih banyaknya guru tidak tahan kritik.

“Masih banyak hal yang perlu diperbaiki, pendidikan tingkat SMA belum merata utamanya di daerah pelosok. Kita juga harus membangun atmosfir antara guru dan siswa yang adil, guru-guru juga harus mau dikritik oleh siswanya, guru juga harus mengakui batas-batas kemampuannya”, terang Prof Anda, sapaan akrab untuk Prof Aris Munandar kepada SULSELSATU.com, Selasa (2/5/2017).

Mantan Rektor UNM dua periode ini menambahkan, untuk menjadikan pendidikan yang lebih berkualitas, harus ada penanaman nilai-nilai lokal budaya Sulsel yakni sipakatau, sipakainge, sipakalebbi dalam lingkungan sekolah. Penanaman nilai lokal budaya bertujuan menciptakan hubungan harmonis antar sesama pelaku pendidikan di lingkungan sekolah, seperti guru, siswa dan para staf.

“Banyak nilai- nilai positif dari budaya lokal kita, sipakallebbi, sipakainge, dan sipakatau, kenapa kita tidak terapkan disekolah. Saya fikir penerapan budaya lokal di sekolah bisa mencerminkan kualitas pendidikan agar lebih baik kedepannya,” tutup Prof. Anda

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga