Kasihan, Balita Ini Cacat Seumur Hidup Diterkam Anjing Pelacak Milik PT. Vale

19
PT Vale, Luwu Timur, Ryan Latif

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Nasib nahas dialami seorang balita di Luwu Timur bernama Afia (3). Ia mengalami luka parah di sekujur tubuh dan terindikasi cacat seumur hidup setelah diterkam anjing pelacak milik PT. Vale.

“Kondisi korban sementara di rawat di RS Awal Bros. Terdapat luka besar di pipi putri dari Mullang (ayah korban). Lukanya lebar dan dalam, korban akan mengalami cacat seumur hidup,” ungkap kerabat korban, Ryan Latief usai menjeguk di RS Awal Bros, seperti dikutip dari Okezone.com, Selasa (2/5/2017).

Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) itu merasa iba dengan kondisi korban. Apalagi, jelas Ryan, korban merupakan anak perempuan, tentu akan berakibat ke mental korban kala besar nanti.

“Saya tadi berbincang-bincang ke orang tuanya, mereka menyesalkan kondisi anaknya. Pihak perusahaan PT Vale harus bertanggung jawab secara moral dan hukum atas kejadian ini,” imbuh Ryan.

Afia (3) menjadi korban serangan anjing milik Security (DSS) PT. Vale Indonesia. Kejadian mengerikan ini terjadi di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Minggu (30/4/2017) lalu.

Peristiwa ini berawal saat balita tersebut sedang bermain-main di sekitar rumahnya, jalan Danau Matano, Desa Sorowako, Luwu Timur. Security PT Vale bersama polisi yang melintas sembari membawa anjing pelacak untuk mengendus jejak pencuri di kawasan tersebut.

Tiba-tiba, anjing itu lepas dan malah berlari ke arah korban. Binatang bertaring itu menerkam tubuh balita lugu itu. Sekejap mata sekujur tubuh korban penuh bekas gigitan anjing, dari kaki hingga bagian wajah.

Sementara, Senior Manager Komunikasi PT Vale Indonesia, Bayu Aji, mengatakan perusahaan meminta maaf dan menaruh simpati kepada korban dan keluarganya.

“Perusahaan akan mengupayakan semaksimal mungkin bantuan terkait pemulihan kesehatan korban,” kata Bayu.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga