KPK Hadirkan Terpidana Korupsi Alquran

6

SULSELSATU.com, JAKARTA – Terpidana kasus suap dalam pengadaan Al Quran dan laboratorium madrasah pada Kementerian Agama tahun 2011-2012, Zulkarnaen Djabar dan putranya Dendy Pasetia dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Fadh El Fous alias Fadh A Rafiq yang baru saja ditersangkakan oleh KPK.

“Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk FEF,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (3/5/2017) dikutip dari INILAHCOM.

Kemudian, KPK juga memanggil sembilan saksi lainnya. Diantaranya mantan anggota DPR Dr Chairunnisa MA; mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag Ahmad Jauhari.

Kemudian, Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus; staf keuangan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia dan PT Sinergi Pustaka Indonesia, Euis Nofita Widiyati; karyawan BRI KCP Tambun Bekasi, Fika Ilmannurisa.

Selanjutnya Imam Sati Achmad selaku karyawan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, Nurul Faiziah, PNS Kabag Sekretariat Badan Anggaran DPR RI. Dan dua orang dari unsur swasta Chandra Darma Permana dan Yuniar Safriana.

“Mereka juga akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus yang sama,” ujar Febri.

KPK menetapkan Fahd El Fouz sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium di Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2011-2012. Ia adalah tersangka ketiga.

Dua tersangka sebelumnya adalah ayah dan anak yakni Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya. Kedua sudah dihukum oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Untuk Zulkarnaen dijatuhi vonis 15 tahun penjara serta denda sebesar Rp 300 juta subsider 1 bulan kurungan.

Sementara Dendy Prasetya, yang adalah anak dari Zulkarnaen Djabar dihukum penjara selama 8 tahun denda Rp 300 juta subsider bulan kurungan.

KPK menduga Fahd El Fouz melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat 2 jo ayat 1 huruf b, lebih subsidair Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 65 KUHP.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga