Hore! Besok, Siswa SD di Sudiang Bisa Kembali Belajar

7

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar geram dengan sikap pihak yang menyegel tiga SD di Sudiang, Kamis (4/5/2017), sehingga membuat ratusan siswa tak bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Tiga sekolah yang disegel tersebut, yakni SD Inpres Pajaiyyang, SD Inpres Sudiang dan SD Negeri Pajaiyyang. Pihak penyegel, Badidja melakukan penyegelan lantaran menyebut pemerintah belum membayar uang ganti rugi kepada pihaknya selaku ahli waris pemilik tanah.

Kepada Sulselsatu. Com, Ismunandar mengatakan telah menyelesaikan masalah penyegelan tersebut. Namun, ia tidak akan memberi ganti rugi kepada pihak yang mengaku ahli waris pemilik tanah tersebut.

Ismunandar menganggap Badidja tidak berhak atas tanah tersebut, sebab tidak ada bukti kepemilikan dari PTUN.

“Bagaimana caranya ganti rugi, memangnya sudah ada putusan dari PTUN. Selalu bilang ada bukti, mana? Tidak ada bukti kepemilikan dia tunjukkan,” ujarnya kepada Sulselsatu.com, Kamis (4/5/2017).

Ismunandar pun menjamin murid di tiga SD ini bisa kembali beraktifitas seperti biasanya, Jumat (5/4/2017).

“Saya sampaikan besok harus mulai kembali aktifitas belajar mengajarnya. Kasian para siswa harus korbankan belajarnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan murid di tiga Sekolah Dasar (SD), yakni SD Inpres Pajaiyyang, SD Inpres Sudiang dan SD Negeri Pajaiyyang terpaksa tak bisa mengikuti aktivitas belajar mengajar lantaran sekolah mereka disegel oleh pemilik tanah, Kamis (4/5/2017). Sekolah mereka disegel oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris H. Badjida.

Murid yang merasa dirugikan dengan penyegelan ini lantas melakukan aksi demonstrasi dengan menuliskan keluh kesah mereka ke sebuah kertas dan poster. Protes tersebut mereka bentangkan tepat di gerbang sekolah.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga