Ini Alasan Polres Luwu Lakukan Pengosongan Lahan Pakai Sarung

9
Kabupaten Luwu, Polres Luwu, Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele, Universitas Andi Djemma, Pemerintah Kabupaten Luwu

SULSELSATU.com, LUWU – Ratusan personil gabungan yang terdiri dari aparat Polres Luwu dan anggota Satpol PP kembali melakukan pengosongan lahan di Desa Karetan, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Kamis (4/5/2017). Pengosongan ini dilakukan lantaran lahan milik Pemkab Luwu dikuasai oleh warga yang bermukim di wilayah tersebut.

Pengosongan lahan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya sempat gagal lantaran mendapatkan perlawanan dari warga.

Untuk mengantisipasi hal itu, Polres Luwu pun melakukan berbagai upaya agar pengosongan lahan ini bisa berjalan dengan lancar. Salah satunya, melengkapi seluruh aparat yang bertugas dengan sarung.

Kenapa menggunakan sarung?

Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele menjelaskan, sarung ini digunakan untuk mengevakuasi warga, khususnya perempuan, jika nekat melakukan aksi perlawanan dengan bertelanjang bulat.

“Seperti pada pengosongan sebelumnya, rata-rata yang melawan adalah ibu-ibu. Mereka bertelanjang, sehingga kita sudah siapkan sarung jika ada yang nekat telanjang,” kata Abraham Tahalele, saat memimpin apel pasukan di Polsek Walenrang, Kamis (4/5/2017).

Pengosongan kali ini juga melibatkan Polwan dan Satpol PP perempuan. Sebab, warga yang menguasai lahan yang akan dikosongkan didominasi perempuan.

Pengosongan ini terpaksa dilakukan lantaran tanah milik Pemerintah Kabupaten Luwu dikuasai warga. Rencananya lahan seluas 30 hektar tersebut akan dijadikan lokasi pembangunan kampus Universitas Andi Djemma, Palopo.

Penulis : Haswadi
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga