Pengosongan Lahan di Luwu Ricuh, Puluhan Ibu-Ibu Diamankan

10
Universitas Andi Djemma, Pengosongan Lahan, Kabupaten Luwu

SULSELSATU.com, LUWU – Pengosongan lahan di Desa Karetan, Walenrang, Kabupaten Luwu, Kamis (4/5/2017) berlangsung ricuh. Puluhan ibu-ibu dan anak-anak diangkut paksa tim personil gabungan yang terdiri dari Polwan dibantu Satpol PP.

Warga yang berusaha mengahadang aparat, terpaksa ditindak karena menghalang-halangi proses pengosongan lahan milik Pemerintah Kabupaten Luwu yang telah dihibahkan pada pihak kampus Universitas Andi Djemma, Palopo.

Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele, mengatakan, ada 10 orang warga yang diamankan dan saat ini mendapat pembinaan di Polsek Walenrang.

“Satu warga lainnya kita tangkap karena membawa senjata tajam yang berpotensi melukai anggota kita. Sementara yang lain hanya kita amankan, nanti akan dibebaskan setelah dilakukan pembinaan,” kata Abraham.

Kericuhan bermula ketika puluhan warga yang menguasai lahan tersebut, memilih bertahan dan tidak mau mengosongkan lahan yang sudah ditanami padi. Mereka membentangkan spanduk penolakan.

“Mereka juga adalah saudara-saudara kita, tapi cara mereka salah, harusnya serahkan saja tanpa harus melakukan perlawanan,” ujarnya.

Pengosongan lahan ini dikawal ratusan personil gabungan TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja. Kericuhan terjadi sekitar 10 menit dan aparat berhasil menguasai lahan tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Alat berat eskavator juga sudah mulai meratakan tanaman padi yang tumbuh di atas lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan kampus baru Universitas Andi Djemma, Palopo.

Penulis : Haswadi
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga