Kemendagri Gelar Dialog Dengan Masyarakat dan Parpol

1
Kemendagri Gelar Dialog Dengan Masyarakat dan Parpol
Kemendagri Gelar Dialog Dengan Masyarakat dan Parpol

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kementerian Dalam Negeri gelar Forum Dialog Pemerintah dengan Masyarakat dan Partai Politik guna membangun sinergitas Kesabangpol dengan partai politik dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelola bantuan keuangan partai politik, di Hotel Clarion, Selasa, (9/5/2017).

Pada forum ini disosialisasikan beberapa kebijakan baru khususnya terkait dengan tata cara penganggaran dan tanggung jawab pelaksanaan bantuan anggaran pada partai politik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, Bahtiar setelah membuka kegiatan.

Menurutnya, anggaran Parpol berdasarkan undang-undang partai politik dan peraturan pemerintah nomor 5 dimana semua negara demokrasi mendorong penguatan pilar demokrasi yang disebut parpol.

“Dasarnya kan adalah UU parpol itu sendiri dan PP nomor 5 jadi memang semua negara mendorong demokrasi, dan negara memberikan intensif terhadap parpol,” kata Bachtiar.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika anggaran di negara maju berada di angka 30 hingga 70 persen, bahkan ada negara yang intensifnya mencapai 100 persen. Dengan anggaran tersebut Parpol diharapkan tumbuh dengan politik yang sehat, sementara di Indonesia intensif yang diberikan pemerintah hanya dikisaran.

“Seperti Jerman dan Prancis itu anggarannya antara 30 sampai 70 persen, sedangkan kita di Indonesia intensifnya sangat kecil hanya Rp 108 rupiah.” Tukasnya

Selama ini, kata Bahtiar, kita mengenal Multi Partai sederhana, dimana orang boleh mendirikan parpol sepanjang sesuai dengan aturan. akan tetapi kata Bahtiar, jikalau parpol juga terlalu banyak, itu juga yang menjadi masalah.

“Salah satu masalah pada organisasi parpol adalah pembiayaan untuk tetap hidup. Ini alamiah, dimana untuk bertahan hidup kita butuh uang, nah untuk jalan pintasnya tinggal cari orang-orang yang punya duit saja.” Katanya

Akan tetapi katanya lagi, jikalau hal tersebut dibiarkan maka rusaklah sistem pepolitikan kita.

Penulis : Habib Rahdar

Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga