Awas! Konsumsi Pereda Nyeri Berlebihan, Rentan Terkena Serangan Jantung

7
ilustrasi obat
ilustrasi obat

SULSELSATU.com – Mengkonsumsi obat memang bisa menyembuhkan atau setidaknya meredakan gejala sakit yang dirasakan. Tetapi bila dikonsumsi terus-menerus atau dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan serangan jantung.

Nyatanya kaitan ini memang ditemukan pada mereka yang mengonsumsi obat pereda nyeri yang beredar di pasaran.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti menganalisis data dari 446.763 partisipan yang mendapatkan resep obat pereda nyeri jenis NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drugs).

Diakhir studi dilaporkan terdapat 61.460 partisipan yang pernah mengalami serangan jantung, setidaknya satu kali. “Kami menemukan bahwa obat pereda nyeri yang ada di pasaran bisa memicu peningkatan risiko serangan jantung yang sama,” kata ketua tim peneliti Dr Michele Bally dari University of Montreal Hospital Research Center, seperti dilaporkan CNN.

Namun besarnya risiko serangan jantung ditentukan oleh dosis dan lama konsumsinya. Semisal untuk konsumsi selama satu minggu, risiko terbesar terlihat pada partisipan yang meminum rofecoxib, diclofenac, ibuprofen dan celecoxib, yaitu berkisar 50 persen, berapapun dosisnya.

Sedangkan pada dosis yang lebih tinggi, naproxen mengakibatkan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 75 persen dalam kurun sebulan dengan dosis di atas 1.200 miligram perhari. Akan tetapi bila dosisnya diturunkan menjadi 750 miligram dan dikonsumsi dalam kurun sepekan, risiko serangan jantungnya bisa mencapai 83 persen.

Tetapi risiko ini masih bisa turun jika obat pereda nyerinya tak lagi diminum. Makin lama dihindari, risikonya pun makin berkurang, dengan penurunan risiko terbesar jika tidak lagi diminum antara 30 hari hingga satu tahun.

Namun peneliti menduga obat ini bukan serta-merta menjadi penyebab utama dari serangan jantung, melainkan ada faktor lain.

Sumber : Detik .comel

Foto : Internet

Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga