Wow, Indonesia Kini tak Lagi Mengenal Paceklik

2
Wow, Indonesia Kini tak Lagi Mengenal Paceklik
Wow, Indonesia Kini tak Lagi Mengenal Paceklik

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Abdul Basit, menyampaikan jika di Indonesia saat ini tak lagi kenal istilah paceklik pada sektor pertanian.

Jika sebelumnya musim kekurangan produksi atau paceklik di Jawa ataupun diluar Jawa itu ada di bulan Januari, Februari, dan Maret yang berlangsung setiap tahunnya kini sudah direkayasa.

“Padi kan umurnya 3 bulan 10 hari. Nah, agar panen pada bulan Januari, Februari serta Maret banyak, maka tanamannya harus diperbanyak di bulan Juli, Agustus, September, agar nantiĀ  hasilnya di bulan Januari, Februari Maret jadi banyak,” kata Basit kepada Sulselsatu.com di Novotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (12/5/2017).

Meski di bulan Juli hingga September itu kata Basit dikenal dengan musim kemarau akan tetapi dengan bantuan tekhnologi pengairan di tambah luas tanamnya, akhirnya yang dulu kurang dari 500 ribu ton hasil pertanian sekarang sudah mendekati sejuta tiap bulannya.

“Tekhnologi antara lain sistem pengairan, menggunakan teknologi embun, tekhnologi pompanisasi, itu tekhnologi dari segi air,” kata Basit.

Kalau dari segi benih kata Basit, ada benih tahan kering, inpari, ada juga yang varietas amfibi yang bisa dilahan basah bisa juga di lahan kering, meski demikian untuk tekhnologi perawatan dilahan kering harus ditingkatkan.

Penulis : Habib Rahdar
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga