Wiranto : HTI Mengancam Kedaulatan Politik Negara

27
Hizbut Tahrir Indonesia, HTI, HTI Kota Palopo, Rhido Widodo Wahid

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan jika keputusan pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak diambil secara tiba-tiba. Keputusan tersebut telah melalui proses kajian yang cukup panjang.

Bahkan, lanjut Wiranto, pemerintah sudah mempelajari gerakan HTI yang mengusung ideologi khilafah.

Wiranto menyebut ideologi khilafah yang diusung HTI bertujuan untuk meniadakan nation state (negara bangsa). Secara jelas, kata Wiranto, HTI berupaya mendirikan Negara Islam dalam konteks yang luas sehingga negara bangsa dianggap absurd, termasuk negara Indonesia yang berbasis pada Pancasila dan UUD 1945.

“Dari hasil pengamatan kami, dari kami mempelajari berbagai literatur, konsep ideologi khilafah itu bersifat transnasional. Artinya berorientasi meniadakan nation state, untuk mendirikan Negara Islam dalam konteks luas,” kata Wiranto, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/5/2017).

Menurut Wiranto, kegiatan yang selama ini dijalankan oleh HTI berpotensi mengancam kedaulatan politik negara menjadi dasar bagi pemerintah untuk membubarkan HTI.

Ideologi khilafah yang selama ini diusung oleh HTI, kata Wiranto, secara jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Memang betul kegiatan HTI selama ini adalah berdakwah. Namun kenyataannya apa yang dilakukan di lapangan, gerakan dan dakwah yang disampaikan tujuannya masuk wilayah politik. Mengancam kedaulatan politik negara,” tegas Wiranto.

Selain itu, Wiranto juga mengungkapkan bahwa ada 20 negara dengan penduduk mayoritas muslim yang melarang ideologi khilafah yang selama ini diperjuangkan HTI.

“Turki, Arab Saudi, Pakistan, Mesir, Yordania dan Malaysia, mereka sudah lebih dulu melarang Hizbut Tahrir di negara mereka. Sebab mereka sadar jika pemahaman khilafah diizinkan, keberadaannya akan mengamcam nation state,” ucap Wiranto.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga