Waspada, Udang Berformalin dan Buah Tak Layak Konsumsi Diperjualbelikan di Gelael Supermarket

26
Tim Dinas Ketahanan Pangan Perlihatkan temuan buah tak layak konsumsi di Glael
Tim Dinas Ketahanan Pangan Perlihatkan temuan buah tak layak konsumsi di Glael

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Usai gelar Inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sentral, tim sidak kota makassar yang terdiri dari Dinas ketahanan Pangan, Dinas perikanan dan peternakan, BPOM serta Dinas Kesehatan, menyambangi Pasar modern Gelael.

Dalam sidak di Supermarket Gelael kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Sulsilawati, ditemukan beberapa buah yang sudah tidak layak konsumsi, bahkan beberapa buah sudah ekspayer ditemukan terselip dalam kemasan parsel.

Dalam sidak itu pula, Sri serta tim menemukan kondisi gudang penyimpanan buah begitu bau, serta di temukan beberapa buah impor yang sudah berjamur namun masih dibiarkan sepenampungan dengan buah segar.

“Katanya itu buah yang sudah di sortir, tetapi kok masih dibiarkan disitu (gudang ruang pendingin), harusnya begitu ditemukan sudah tidak layak, langsung dimusnahkan,” kata Sri, usai Sidak di gudang ruang pendingin pasar modern Glael, Jl. Sultan Hasanuddin, Senin, (15/5/2017).

Sri melanjutkan, jika dengan dibiarkannya buah rusak bercampur dengan buah segar, itu akan mempengaruhi kualitas buah yang ada.

“itu berpengaruh, buah yang segar bisa terkontaminasi,” katanya.

sementara ditempat yang sama, tim dari dinas Perikanan dan Peternakan menemukan udang yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.

Petugas Pengawasan dan Pengendalian Produk Perikanan
Petugas Pengawasan dan Pengendalian Produk Perikanan

“Untuk udang setelah kita cek tadi, hasilnya terindikasi mengandung bahan formalin, untuk itu akan diperiksa lebih lanjut,” ujar Takdir petugas pengawasan dan pengendalian perikanan kota Makassar.

Oleh karena itu Takdir menghimbau, agar pihak Gelael kembali memeriksa dengan teliti pihak suplayer yang memasukkan udangnya ke market Gelael.

Diketahui, selain udang yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, DP2 juga menemukan ikan yang dijual tak lagi segar terutama ikan baronang dan bandeng.

Penulis : Habib Rahdar
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga