Lucu..! Ini Analisis Kualitatif Spekulatif ala Rektor UIN Tentang SBMPTN

11
Rektor UNM memantau ujian SBMPTN berbasis komputer di menara phinisi UNM
Rektor UNM memantau ujian SBMPTN berbasis komputer di menara phinisi UNM

SULSELSATU.com, – MAKASSAR – Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof. Dr. Musafir Pababari membuat analisis mengenai urutan program studi paling diminati calon mahasiswa yang mendaftar melalui Jalur SBMPTN. Analisis tersebut beliau namai Analisis Kualitatif Spekulatif ala Prof. Musafir Pababari.

Menurut beliau ada makna dari setiap Program Studi (prodi) yang menjadi pilihan favorit setiap calon mahasiswanya.

Berikut kutipan analisis spekulatif ala rektor UINAM yang dirangkum Sulselsatu.com usai memantau pelaksanaan Ujian SBMPTN.

“Ada 5 Prodi yang paling diminati oleh peserta SBMPTN di UIN tahun ini yakni Manajemen, Ilmu Hukum, Akuntansi, Pendidikan Kedokteran, Ilmu Ekonomi.

Negara memerlukan manajemen yang baik.  Sebab saat ini ada miss manajemen di negara kita,  itulah mengapa manajemen jadi urutan pertama paling banyak diminati.

Peminat terbanyak kedua adalah hukum. Masyarakat kita harus tertata dengan baik dari struktur hukumnya, masyarakat taat hukum akan mengurangi tingkat kriminalitas dan menambah rasa aman dikalangan masyarakat.

Ketiga, negara akan lebih sejahtera apabila masyarakatnya bisa menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan olehnya dibutuhkan pengetahuan akuntansi.

Keempat, masyarakat dikatakan sejahtera apabila tingkat ditopang dengan kesehatan yang lebih baik,  itulah mengapa dibutuhkan banyak dokter.

Dan terakhir negara kita akan lebih baik dan sejahtera manakala ia telah mencukupi segala kebutuhan ekonominya yakni sandang pangan dan papan,” paparnya.

Sementara itu lanjut rektor UINAM, untuk prodi yang kurang diminati oleh calon maba di jalur SBMPTN ini adalah kimia, matematika, ilmu politik dan ilmu peternakan.

“Masyarakat muak dengan polusi udara, itulah kenapa kimia kurang peminatnya. Begitu pula dengan matematika dan politik, terlalu banyak politikus culas juga membuat masyarakat semakin muak dengan politisi. Untuk jurnalistik, banyaknya tersebar berita-berita hoax yang menjadi penyebab jurnalistik kurang diminati.  Dan terakhir ilmu peternakan, terlalu banyak impor daging membuat peminat ilmu peternakan merasa tidak bersemangat mempelajari ilmu peternakan lagi,” katanya.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga