Danny Tak Ingin Konflik Etnis 1997 Berulang

23
Walikota Makassar, Danny Pomanto, Kombes Pol Endi Sutendi, Kapolrestabes Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengumpulkan ratusan tokoh lintas agama, Ormas dan tokoh pemuda dan mahasiswa di kediaman pribadinya, Selasa (16/5/2017) malam. Pertemuan ini dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan dan demi menjaga kondusifitas Makassar dari imbas politik pasca Pilgub DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Kapolrestabes Makassar, Kapolres Pelabuhan, Kajari Makassar, Dandim 1408 BS, anggota DPRD Makassar, dan Ketua MUI Makassar.

Seluruh tokoh serta ormas keagamaan dari agama Islam, Keristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu juga hadir di pertemuan itu. Mereka sepakat membangun komitmen bersama demi Makassar yang senantiasa aman, damai, serta tidak gampang tersulut provokasi pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Apa pun yang terjadi di Jakarta atau di daerah lain, Makassar harus tetap aman. Kita punya sejarah kelam yang tidak boleh lagi terulang. Makassar jangan mundur lagi ke belakang,” kata Danny.

Di masa lalu, dua peristiwa konflik besar melibatkan etnis pernah pecah di Makassar. Salah satunya terjadi di tahun 1997 yakni etnis Tionghoa dan Bugis-Makassar yang merupakan sejarah kelam kerukunan di kota ini. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran bersama sehingga semua sepakat menjaga agar tragedi tersebut tidak terulang kembali.

“Makassar adalah rumah kita bersama. Supaya orang paham kota ini tidak seperti hotel yang datang check in, check out lalu ditinggalkan,” katanya.

Sehingga, kata Danny, orang yang memahami Makassar sebagai rumah bersama akan saling menghargai dengan berpegang teguh pada nilai- nilai leluhur budaya Makassar sipakatau (saling menghargai), Sipakainga (saling mengingatkan), dan Sipakatau (saling menghormati).

Sementara itu Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi mengaku lega dan sangat mengapresiasi melihat solidnya berbagai ormas, tokoh agama, dan berbagai elemen yang hadir.

“Ini membuktikan bahwa semua masyarakat dari berbagai elemen, suku, agama, dan ras cinta kedamaian Makassar. Alhamdulillah saya sudah 5 bulan di sini, situasi Makassar tetap kondusif,” katanya.

“Jangan kita mau diadu domba dan tentunya pengalaman masa lalu jangan sampai terulang kembali karena dampaknya yang tersakiti adalah kita sendiri warga kota Makassar,” pungkas Endi.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga