JK Difitnah, Putrinya Curhat di Facebook

14
Jusuf Kalla, JK, Chaerani Kalla

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Akhir-akhir ini Wakil Presiden, Jusuf Kalla difitnah berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab dan bertebaran di media sosial.

Atas kejadian itu, anak kandung JK, Chairani Kalla angkat suara atas fitnah yang disebutnya banyak menyerang JK saat ini.

“Saat ini ia (JK) sedang banyak diserang oleh fitnah yang katanya tidak toleran terhadap umat beragama,” ungkap Chaerani melalui akun Facebook-nya, Selasa (16/5/2017).

Berikut postingan lengkapnya:

Ya ini ayah saya, yang juga kebetulan Wakil Presiden RI. Orang yang paling saya banggakan di dunia ini. Mungkin sebagian orang yang membaca ini akan berpikir “ya jelas lah dibanggakan, namanya juga ayah sendiri”.

Ayah saya adalah sosok pemberani. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat yg tidak takut pada siapapun, bahkan sebagian orang menganggapnya terlalu berani dalam bertindak atau berucap.

Makanya banyak juga yang tidak suka dengannya karena sikap terlalu beraninya itu. Beliau juga tidak suka berbasa basi, dan tidak suka pencitraan. Apapun yang menurutnya benar untuk kepentingan negara ini, akan disampaikannya ke publik, tanpa takut akan ada segelintir golongan yang tidak suka kepadanya.

Kalimat-kalimat yang pernah diucapkannya sering dipelintir oleh orang-orang yang tidak menyukainya. Contohnya, saat ini ia sedang banyak diserang oleh fitnah mengenai dirinya yang katanya tidak toleran terhadap umat beragama.

Baru baru ini yang paling parah adalah, ada yang memfitnah dirinya semasa muda pernah membakar gereja, Astagfirullah…

Kenapa ya ada sekelompok orang yang tega membuat berita seperti itu? Justru yang paling menempel di ingatan saya adalah sewaktu timbul kerusuhan pembantaian keturunan Tionghoa di Makassar tahun 1997 silam, Ayah saya mempersilahkan rumah kami di Makassar dijadikan sebagai tempat persembunyian para tetangga kami yang kebetulan mayoritas keturunan Tionghoa.

Saya menyaksikan sendiri ketika tetangga kami diam-diam masuk bersembunyi di rumah kami karena ketakutan akan diganyang oleh masyarakat.
Beberapa kali saya minta Ayah saya untuk mengklarifikasi fitnah-fitnah yang menerpanya. Karena tidak sedikit juga yang berani menjapri atau me-mention saya di sosial media yang isinya mencaci maki Ayah saya.

Tapi Ia cuma tersenyum. “Buat apa? Tidak usah lah kau baca berita-berita palsu itu,” Katanya.

“Alhamdulillah kalau kita difitnah, berarti orang orang yang memfitnah itu sedang menanam ladang pahala untuk kita panen di akhirat nanti”.

Oh iya, betul juga ya… Alhamdulillah. Terima kasih untuk para pemfitnah dan para penyebar berita hoax atas transferan pahalanya untuk Ayah saya.

Barakallahu fii umurik Papa, orang yang paling saya banggakan di dunia ini.

Penulis : Asrul
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga