Maman Suherman Puji Pelaksanaan MIWF

6
MIWF 2017, Maman Suherman, Sapardi Djoko Damonom

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penulis yang juga mantan wartawan senior, Maman Suherman turut hadir dalam pagelaran Makassar International Writers Festival 2017 yang dipusatkan di Benteng Fort Rotterdam, 17-21 Mei mendatang. Maman yang lebih dikenal sebagai Notulen pada program Indonesia Lawak Club menyebut MIWF membawa Makassar kembali ke khittahnya yang konsern pada dunia sastra.

Salah satu buktinya, Makassar merupakan penghasil karya Sastra epos I Lagaligo, karya sastra terpanjang di dunia yang bahkan mengalahkan kitab Mahabarata.

“Salah satu event yang selalu saya datangi adalah MIWF. Tanpa saya disponsori oleh penerbitan saya, saya tetap datang di MIWF. Yang bisa menampik image Makassar adalah kasar adalah even ini, MIWF,” kata pria yang akrab disapa Kang Maman.

Lebih lanjut, Maman juga menyebut tema Diversity yang diangkat pada pagelaran festival kali ini sangat tepat untuk kondisi Indonesia saat ini yang cenderung berkelompok dan tidak mau menerima perbedaan.

“Untuk tema Diversity sangat aktual untuk kondisi sekarang. Bagus, ada nuansa yang lebih demokratis. Kita boleh mengkritik siapa saja namun tidak harus mengorbankan kebangsaan. Kita hidup dalam keberagaman, terangkul dalam Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya.

Selain Kang Maman, puluhan penulis nasional dan internasional dijadwalkan bakal memeriahkan festival sastra tahunan ini. Salah satunya, tokoh sastra Indonesia Sapardi Djoko Damono dan sastrawan Budi Darman.

Di samping itu, pada pelaksanaan MIWF yang ketujuh ini bakal diluncurkan Perahu Pustaka Colliq Pujie. Sebuah perpustakaan bergerak yang dibangun secara swadaya untuk meningkatkan dan memfasilitasi minat baca masyarakat di daerah terpencil.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga