Mengapa Jaksa Ngotot Ajukan Banding Vonis Ahok?

8
Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kejaksaan mengajukan banding atas vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah sebelumnya JPU menuntut satu tahun penjara dengan dua tahun percobaan. JPU dalam tuntutannya mengenakan Ahok dengan Pasal 156 KUHP soal menimbulkan permusuhan sekelompok orang, atau dapat dikatakan mengurangi dari dakwaannya yang mengenakan Pasal 156A KUHP soal penodaan agama.

Namun majelis hakim sebaliknya mengenakan Pasal 156A KUHP terhadap Ahok dengan dua tahun penjara.

Banyak pihak kemudian mempertanyakan alasan mengapa JPU berkeras untuk mengajukan banding terhadap vonis Ahok. Terkait hal itu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku punya alasan tersendiri.

Ia menegaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis Ahok terkait penodaan agama menyangkut kebenaran hakiki dan profesionalitas.

“Jadi biarlah hukum berjalan sesuai koridornya sendiri, orang lain tidak perlu mencampuri masalah ini sebagaimana halnya kita harapkan,” katanya, seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (20/5/2017).

Presetyo menyebut pengajuan banding itu sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

“Ini kan ada perbedaan kualifikasi pasal yang dibuktikan. Ini harus diuji,” katanya.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sampai sekarang belum menerima berkas perkara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Termasuk berkas memori banding dari kejaksaan.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga