Sebelum Lawan Danny, Deng Ical Harus Hadapi ARA di Demokrat

55
Syamsu Rizal, Deng Ical, Adi Rasyid Ali, ARA, Pilwali Makassar, Pilkada Serentak 2018, Demokrat
deng-ical-ara

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perseteruan sesama kader internal Partai Demokrat jelang Pilwali Makassar 2018 mulai memanas. Dua kader terbaik partai Demokrat, Syamsu Rizal (Deng Ical) dan Adi Rasyid Ali (ARA) bersaing untuk mendapatkan rekomendasi partai berlambang mercy itu untuk maju menjadi penantang Walikota Makassar petahana, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto.

Dari proses politik yang dilakukan, baik Deng Ical maupun ARA, telah memperlihatkan kekuatan faksinya masing-masing. Termasuk adu loyalis baik di tingkat DPD maupun DPC.

Deng Ical didukung oleh loyalisnya, anggota DPRD Makassar Basdir, Susuman Halim dan Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Sementara ARA didukung oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Makassar Abdi Asmara, Ketua OKK Demokrat Sulsel Zulkarnain Paturuni, dan Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel Haidar Majid.

Melihat dinamika internal partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu pada Pilwali tahun depan, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur Andi Prianto mengatakan. Partai Demokrat diprediksi bakal lebih memelihara dinamika internal dengan tetap mempertahankan faksi yang berseteru di musyawarah daerah yang lalu.

“Deng Ical dan ARA mewakili rivalitas faksi yang ada di internal Demokrat. Saya kira rivalitas Deng Ical dan ARA juga merupakan kelanjutan kompetisi di tingkat DPD. Di persaingan kepengurusan DPD sempat mengalami fragmentasi dan persaingan faksi,” ujar Luhur, Senin (22/5/2017).

Dua faksi yang dimaksud Luhur adalah ARA yang merupakan kerabat dekat dari Reza Ali, pendiri Partai Demokrat di Sulawesi Selatan. Sementara Deng Ical merupakan loyalis garis keras Ilham Arief Sirajuddin, mantan Ketua Demokrat Sulsel.

Lebih jauh, Luhur mengatakan bahwa kekuatan Deng Ical tidak bisa dianggap remeh karena sudah terbukti berhasil memaksa sudden death hingga akhirnya bertahan di posisi sekretaris. Dan saat ini, Deng Ical adalah tokoh utama kelompok (faksi) dengan loyalis yang spartan dan jejaring DPP yang terjaga.

“Sementara ARA, meskipun masih Ketua DPC, sebenarnya bukanlah tokoh utama kelompok (faksi) tetapi hanya merupakan perwakilan kepentingan faksi lain yang dipimpin Ni’matullah (Ketua Demokrat Sulsel),” kata Luhur.

Atas dasar itu, kata Luhur, ARA lebih realistis menawarkan dirinya untuk menjadi calon wakil walikota dengan membawa gerbong Demokrat kepada walikota petahana, Danny Pomanto.

“Saya kira juga persaingan antar Deng Ical dan ARA di Pilwalkot akan berpengaruh pada siapa yang akan diusung Demokrat di Pilgub. Bahkan, bisa jadi hasil kompromi persaingan keduanya,” tutup Luhur.

Penulis : Asrul
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Nurdin Amir Terpilih Ketua AJI Makassar, Ini Pesan Direktur PerDIK

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Direktur Pergerakan Difabel Indonesia Untuk Kesetaraan...

Troy Optimis NasDem Dapat Dua Kursi di Dapil Bulukumba dan Sinjai

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertarungan perebutan kursi DPRD Sulsel di...

Rapat Umum Perdana, Surya Paloh Dorong Semangat Persatuan

SULSELSATU.com - Partai NasDem mendorong kepada seluruh kader dan simpatisannya...

Baca Juga