Ujian Proposal Doktor, Ichsan Fokus pada Penelitian Pendidikan Dasar

5
IYL
IYL

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah kesibukannya menjalankan misi kemanusiaan sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, Ichsan Yasin Limpo nampaknya tetap mampu membagi waktunya untuk menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa di Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sebagai bukti keseriusannya menyelesaikan proses akademiknya, mantan Bupati Gowa dua periode ini akan menjalani ujian proposal penelitian gelar doktornya di Fakultas Hukum Unhas, Senin (22/05/17) hari ini.

Sesuai jadwal, pelopor pertama Perda Pendidikan Gratis di Indonesia ini akan fokus meyakinkan para tim penguji dan promotor mengenai usulan proposal penelitiannya tentang politik hukum pendidikan dasar dalam sistem pendidikan nasional.

Di depan tim penguji, yakni Prof Dr Pangerang Moenta, Prof Dr Abd Razak, Prof Dr Ahmad Ruslan, serta Dr Ansari Ilyas, Ichsan siap menguraikan proposal penelitiannya itu sebelum mendapat saran dan koreksi dari tim penguji maupun promotornya Prof Dr Syamsul Bahri.

“Proposal ini sudah saya susun dan persiapkan dengan baik. Mudah-mudahan bisa diterima oleh tim penguji untuk selanjutnya fokus melakukan penelitian,” kata Ichsan.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika ujian proposal ini diterima oleh para guru besar di bidang hukum dan pendidikan, Ichsan segera melengkapi penelitiannya. Tak tanggung-tanggung, mantan kepala daerah yang pernah membawa Kabupaten Gowa sebagai pemerintahan terbaik nasional kedua, mengambil sampel penelitian di tujuh negara.

Di tujuh negara yang pendidikan dasarnya sering dijadikan percontohan negara-negara maju di dunia, Ichsan mengambil sample penelitian dibeberapa sekolah, mulai tingkat SD dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Untuk diketahui, selama menjabat Bupati Gowa dua periode, Ichsan dikenal banyak memberikan perhatian terhadap perkembangan dunia pendidikan. Selain bupati pertama yang menerapkan perda pendidikan gratis di Indonesia, mantan anggota DPRD Sulsel ini juga sukses menerapkan sistem kelas tuntas berkelanjutan.

Hal lainnya, yakni membentuk sekolah unggulan bertaraf Internasional. Program Punggawa D’Emba Education yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan gratis serta berbagai program pendidikan lainnya yang kini banyak diadopsi oleh pemerintah kabupaten di Indonesia.

Atas kepeduliaan dan capaian di bidang pendidikan itu, semasa menjabat, Ichsan banyak menerima penghargaan. Diantaranya, penghargaan Ki Hajar Dewantara dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, UNESCO Literacy Prize / Penghargaan Tertinggi Bidang Pendidikan dari UNESCO (2009). Penganugerahan Otonomi Award Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pendidikan dari The Fajar Institute of Pro Otonomi / FIPO (2009, 2010, dan 2014), Anugrah Aksara Pratama / Penghargaan Program Penghapusan Pemberantasan Buta Aksara dan Program Pendidkan Non Formal dalam rangka Hari Aksara Internasional ke-40 dari Menteri Pendidikan Nasional (2005).

Selain itu, Anugrah Aksara Madya / Penghargaan Peduli Percepatan Pemberantasan Buta Aksara dari Menteri Pendidikan Nasional (2006, 2007, dan 2009), Satya Lencana Wirakarya (Penghargaan Tertinggi Bidang Pendidikan) dari Presiden Republik Indonesia (2008). Penghargaan Peduli Pendidikan dari Gubernur Sulawesi Selatan (2006).

Penulis : Asrul
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga