ARA Desak Pemkot dan Polisi Tindak Tegas Penimbun Gula

9
Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali/SULSELSATU.com

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali mendesak Pemkot Makassar bersama dengan aparat kepolisian melakukan pengawasan ketat terhadap proses peredaran gula di Makassar. Hal ini harus dilakukan karena jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

“Apalagi baru-baru ini polisi berhasil membongkar dugaan kecurangan dari distributor gula. Kalau perlu Pemkot Makassar mencabut izin distributornya khusus di wilayah Makassar kalau memang terbukti melakukan pelanggaran dan berpotensi membuat harga gula jadi tidak stabil,” urai ARA, sapaan Adi Rasyid Ali, Rabu (24/5/2017).

ARA melanjutkan, jelang Ramadan kebutuhan gula semakin meningkat. Masyarakat sangat khawatir akan stok gula khususnya untuk konsumsi rumah tangga.

“Banyak keluhan dan kekhawatiran soal ketersediaan dan harga gula pasir jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. Ini hatus dijaga dan diantisipasi agar tidak ada gejolak harga di masyarakat,” terangnya.

Kekhawatiran lainnya, menurut ARA, adalah adanya penemuan gula rafinasi ilegal di Makassar yang diduga selama ini beredar di Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Tidak tanggung-tanggung stok gula rafinasi ilegal tersebut mencapai angka 5.300 ton yang tentu saja akan mempengaruhi harga saat ini.

“Di sisi lain gula rafinasi harusnya hanya digunakan untuk konsumsi industri, bukan untuk konsumsi rumah tangga. Sehingga dengan adanya temuan tersebut bukan hanya bisa merugikan konsumen, tapi juga memberikan kerugian untuk petani gula dan pabrik gula milik pemerintah,” tegas ARA.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga