Batas Pencairan Dana Desa 31 Juli Mendatang

5
Dana Desa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan Marni Misnur angkat bicara terkait rumor yang mengatakan bahwa dana desa mengendap di kas negara.

Ia mengatakan, jika banyak faktor yang mempengaruhi keterlambatan penyaluran dana desa di kabupaten. Diantaranya, diakibatkan dari keterlambatan penetapan APBD, adanya Pilkada, serta keterbatasan kualitas SDM di desa maupun tenaga pendamping.

“Salah satu persyaratan dalam penyaluran di triwulan pertama juga adalah laporan konsolidasi, realisasi penyerapan dan capaian output dana desa tahun anggaran sebelumnya,” kata Marni, saat ditemui di kantornya, Rabu

Jika semua belum lengkap maka. kata Marni, tidak ada alasan untuk tidak menyalurkan dana ke desa bersangkutan. Kalau berkas tersebut belum dilengkapi hingga bulan 31 Juli nanti maka kesempatan untuk mendapatkan dana desa akan hangus.

Marni menyebut, dana desa itu berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) lalu disalurkan ke Rekening Kas umum Daerah (RKUD) untuk selanjutnya dipindah bukukan ke Rekening Kas Desa (RKD).

“KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) selalu berkerja dengan target ketepatan waktu dan ketepatan jumlah baik dalam penyaluran maupun pelaporan,” tegas Marni.

Penulis : Habib Rahdar
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga