FPI Bakal Pantau Bisnis THM, Karaoke, Penjual Miras dan Warung Makan Selama Ramadhan

10
Markas FPI Sulsel Jalan Sungai Limboto
Markas FPI Sulsel Jalan Sungai Limboto

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sehari menjelang bulan ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) Sulsel dengan tegas mengatakan bahwa, menjual makanan dan minuman, membuka THM, membuka tempat karaoke serta menjual minuman keras selama ramadhan adalah pelanggaran.

“Kan sudah jelas, pemerintah kota sudah mengeluarkan aturan terkait tempat-tempat tersebut selama ramadhan. Dan kalau itu dilanggar, kami akan koordinasi dengan satpol pp,” jelas Ketua DPW FPI Sulsel, Agus Salim Syam saat ditemui Sulselsatu.com di markas FPI Jalan Sungai Limboto, Jumat (26/5/2017).

Lebih jauh, Agus salim menjelaskan, bahwa FPI bukan merazia atau ingin main hakim sendiri. Namun dirinya menilai, bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah.

“Sudah dijelaskan dalam Al Quran surah Al Maidah Ayat 2, disitu jelas bahwa, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram,” terang Agus salim.

Dia menambahkan, sebagai bentuk toleransi terhadap musafir, FPI tentu tidak akan melakukan penutupan paksa di tempat yang menjadi persinggahan bagi musafir seperti bandara, pelabuhan dan hotel.

“Kami tetap menghargai tempat yang menjadi persinggahan para musafir. Dan kami berharap agar selama bulan ramadhan nanti, puasa umat Islam terkhusus di makassar bisa membawa berkah buat Kota Makassar, insya Allah,” tutup Agus salim.

Penulis : Munawir
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga