Antisipasi Lonjakan Pengemis, Pemkot Siagakan Satpol PP di Setiap Kecamatan

10
gepeng
gepeng

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Momen ramadhan dijadikan ritual tahunan bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial, seperti pengemis dan gelandangan dalam mengumpulkan pundi-pundi keuangan. Bulan puasa dimanfaatkan pengemis sebab momen tersebut dijadikan ajang beramal oleh sebagian besar umat Islam.

Mengantisipasi lonjakan gepeng selama ramadhan, Dinas Sosial Makassar bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, telah menyiagakan beberapa petugas disetiap kecamatan untuk menertibkan pengemis yang berkeliaran.

“Biasanya PMKS bergeser di tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan tempat ibadah. Anggota yang ada di kecamatan kami turunkan untuk menertibkan PMKS tersebut di wilayah kecamatannya masing-masing. Selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan,” terang Kepala Satuan (Kasat) Pol PP kota Makassar, Iman Hud kepada Sulselsatu.Com, Jumat (26/5/2017).

Di tempat terpisah, hal sama dikemukakan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir. Mukhtar mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan di titik-titik tertentu yang menjadi pusat operasi para PMKS.

“Meski ada perda no. 2 tahun 2008 yang membolehkan gepeng dan pengemis di tempat ibadah, namun kami akan lakukan pengawasan maksimal,” kata Muhtar.

Lebih lanjut Muhtar mengungkapkan, PMKS yang di jaring nantinya akan dimasukkan ke panti asuhan. Terkhusus untuk anak jalanan, pihaknya akan menghubungi orang tua mereka agar datang menjemput anaknya.

Terakhir, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak begitu mudah memberi sesuatu kepada para  gepeng.

“Jangan lagilah dibudayakan memberi kepada gepeng, karena bisa jadi itu salah satu pemicu gepeng menyerbu ke Makassar,” katanya.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga