KPK Tangkap Auditor BPK, Bukti Jual Beli WTP

16
Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan
ilustrasi-korupsi

SULSELSATU.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jumat (26/5/2017) bertepatan dengan malam awal Ramadan 1438 H. Oknum pejabat BPK tersebut dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Operasi tangkap tangan tersebut terkait pemberian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) salah satu lembaga negara.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto menyebutkan, penangkapan itu membuktikan adanya jual beli hasil audit Wajib Tanpa Pengecualian (WTP) dalam BPK.

“Ini memecahkan mitos bahwa memang benar ada jual beli WTP. Ataupun permainan dalam proses audit keuangan negara,” katanya seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (27/5/2017).

Yenny mengatakan, tidak hanya ditemukan dalam WTP, akan tetapi, auditor BPK yang bermasalah juga terlihat dalam kasus lainnya. Kasus mega korupsi KTP elektronik, kata dia, juga ditemukan auditor yang mendapatkan aliran dana.

Yenny mengatakan, beberapa kejadian penangkapan yang melibatkan auditor BPK harus dijadikan momentum reformasi di BPK. Tahun 2018 mendatang, kata dia, akan dipilih enam anggota BPK yang baru. “Presiden harus menjadikan ini sebagai momentum reformasi BPK. Revisi syarat anggota bukan parpol dan diseleksi KPK dan BPK menjadi harga mati,” jelasnnya.

Selain itu, menurut Yenny, metodologi audit BPK juga harus diubah. Output atau keluaran dari hasil audit, kata dia, bukan asal predikat WTP yang justru menjadi lahan basah korupsi.

“Tetapi, selain menemukan kerugian negara audit PDTT juga perlu audit kinerja dan impact dari anggaran pembangunan,” ujar Yeni mengakhiri.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga