Waspadai Rasa Kantuk Saat Berkendara di Bulan Ramadan

4
Bulan Ramadan 2017

SULSELSATU.com – Selama bulan Ramadan, jam dan pola tidur menjadi terganggu. Aktivitas yang padat di bulan Ramadan membuat waktu istirahat kita berkurang. Akhirnya, tak jarang jika kita terserang kantuk, utamanya di siang hari.

Kondisi ini pun ternyata berbahaya bagi diri kita. Utamanya, saat tengah berkendara di jalan raya.

Ya, berkendara dalam kondisi mengantuk sangat berbahaya. Bahkan, bahayanya sama seperti berkendara dalam kondisi mabuk.

Tidak ada obatnya selain harus meluangkan waktu berhenti sejenak di pinggir jalan untuk tidur, kurang lebih sekitar 10 hingga 15 menit.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto menjelaskan, selama bulan puasa ini wajib menjaga kebugaran tubuh. Usahakan istirahat cukup dan makan secukupnya ketika sahur dan buka puasa.

“Minum air putih yang banyak ketika sahur, dan hindari makan gorengan agar tidak dehidrasi dan cepat mengantuk nantinya,” kata Edo, seperti dilansir Kompas.com, Senin (29/5/2017).

Jam rawan kantuk, selama bulan puasa ini mulai pagi hari ketika berangkat ke kantor, usai Shalat Dzuhur, dan jam pulang kantor sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Merujuk Undang-undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), mewajibkan seluruh pengemudi berkonsentrasi. Dalam penjelasan UU tersebut dijelaskan bahwa salah satu yang bisa merusak konsentrasi adalah mengantuk ketika mengemudi.

Oleh karena itu, seseorang dilarang mengemudi saat mengantuk. Para pelanggar aturan ini bisa dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal Rp 750.000.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga