Danny Pomanto Diperiksa Kejati Terkait Kasus Lahan Buloa

25
Walikota Makassar, Danny Pomanto, Mohammad Ramdhan Pomanto, Pemkot Makassar, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel, PKL Center

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Selasa (30/5/2017).

Kedatangan Danny ke Kejati Sulsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada kasus yang menjerat anak buahnya, M. Sabri. Asisten I Pemkot Makassar itu diketahui ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyewaan tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo

Ditemui usai pemeriksaan, Danny mengatakan, pihak Kejati hanya ingin memastikan apakah penyewaan lahan negara di Buloa atas persetujuan walikota atau tidak.

“Hanya sebagai klarifikasi terkait kasus Buloa. Seperti apakah saya tahu ada perjanjian atau tidak. Apakah saya tahu mengenai tanda tangan tersebut,” katanya.

Kepada penyidik, Danny mengaku jika dirinya sama sekali tidak tahu menahu terkait tanda-tangan perjanjian penyewaan lahan negara tersebut.

“Jangankan saya tahu tanda tangan lihat saja saya tidak pernah,” terang Danny.

Sekedar diketahui, dugaan tindak pidana korupsi bermula pada saat penutupan akses jalan di atas tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo tahun 2015. Jayanti dan Rusdin mengakui memiliki surat garapan tahun 2003 atas tanah negara yang merupakan akses ke proyek pembangunan Makassar New Port.

Atas dasar itu, para tersangka Jayanti dan Rusdin yang difasilitasi oleh Sabri yang bertindak seolah-olah atas nama Pemerintah Kota Makassar meminta dibayarkan uang sewa kepada PT. PP selaku pelaksana pekerjaan sebesar Rp 500 juta selama 1 tahun yang dituangkan dalam surat perjanjian.

Padahal, diketahui bahwa surat garap yang dimiliki tahun 2003 tersebut, lokasinya masih berupa laut hingga di tahun 2013.

Dalam kasus ini, Kejati telah menetapkan tiga tersangka dimana salah satunya adalah Asisten I Pemkot Makassar, M. Sabri.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga