Ingin Mendaki Gunung saat Berpuasa Ramadhan? Simak Tips Berikut

7
Pendaki menatap jalur pendakian di Gunung Semeru, Jawa Timur. SULSELSATU/Kink Kr
Pendaki menatap jalur pendakian di Gunung Semeru, Jawa Timur. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Meski berpuasa di bulan Ramadhan, tidak sedikit penggiat alam bebas yang tetap menjalankan hobinya mendaki gunung. Anggota Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Makassar, Kink Kusuma Rein dan Paulus Tandi Bone berbagi tips mendaki gunung sambil berpuasa di bulan Ramadan.

Kink mengatakan saat mendaki, kita ditempa alam yang keras tapi bersahabat dan mengajarkan tentang banyak hal terutama rasa syukur kepada sang pencipta.

“Mendaki gunung, menelusuri lembah dan menembus hutan belantara pada bulan puasa dapat menambah iman serta rasa syukur kepada sang pencipta,” ujar mantan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Makassar ini.

Dihubungi ditempat yang sama Paulus menambahkan pentingnya menguasai materi dasar Persiapan Perjalanan Alam Terbuka (PPAT) sebelum melakukan pendakian.

“Pendaki harus memahami PPAT, sehingga bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan pendakian,” ujar fotografer salah satu media cetak nasional ini.

Menurut mereka mendaki gunung saat berpuasa Ramadhan cukup sederhana, di antaranya sebagai berikut.

1. Jangan membawa barang berlebihan dan jangan lupa peralatan ibadah seperti sajadah ataupun sarung.

2. Siapkan makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi atau oat saat sahur. Jangan mengkonsumsi mie instan dan kopi, karena tidak dapat memenuhi asupan gizi seimbang saat berpuasa.

3. Pilih gunung yang medannya tidak terlalu ekstrim.

4. Riset terlebih dahulu untuk menetapkan gunung tujuan serta untuk memastikan jalur pendakian yang mungkin sedang ditutup.

5. Pilih waktu yang tepat untuk memulai perjalanan. Bisa memulai perjalanan setelah sahur agar tiba di titik perkemahan sebelum waktu buka puasa. Atau mendaki saat sore, berbuka di tengah perjalanan, dan melanjutkan pendakian hingga mendekati waktu sahur. Dengan demikian pendaki terhindar dari sengatan matahari sehingga tidak mengalami dehidrasi.

Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga