Terkait Kasus Lahan Buloa, Pihak Kejati: Pemanggilan Wali Kota Makassar, Sudah Melalui Mekanisme

4
Danny
Danny

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memberikan klarifikasi terkait pemanggilan dirinya sebagai saksi kasus korupsi penyewaan lahan buloa di Kejaksaan Tinggi Sulsel. Danny, sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku, jika kedatangannya ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Selasa (30/5/2017) kemarin, hanya sekedar silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan S Maringka.

Ia mengatakan saat itu kebetulan dirinya sedang berada di ruangan Jan, ketika tim penyidik datang dan meminta izin untuk menanyakan terkait kasus Buloa.

“Kebetulan memang ada masalah lahan di Buloa, makanya sekalian saya diklarifikasi di lantai lima,” ujar Danny.

Namun, pernyataan Danny tersebut dibantah oleh pihak Kejati Sulsel. Menurut Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Tugas Utoto, pemeriksaan Wali Kota Makassar tersebut telah melalui mekanisme yang ada dan disertai dengan surat pemanggilan saksi.

“Masak ada orang mau diperiksa tanpa surat panggilan. Apalagi yang diperiksa pejabat,” kata Tugas, Rabu (31/5/2017).

Kasus ini berawal dari kesepakatan penyewaan lahan yang digarap Rusdin cs kepada PT PP untuk digunakan sebagai jalan masuk proyek Makassar New Port (MNP). Lahan tersebut disewa PT PP dari Rusdin dan Jayanti sebesar Rp500 juta per tahun. Pada tahun kedua PT PP merasa hal tersebut tidak benar dan melaporkannya kepada Kejati Sulsel.

Diawal kasus tersebut bergulir, Lurah Buloa, Iraman, usai dimintai keterangan di Kejati sempat mengatakan bahwa uang sebesar Rp 500 juta tersebut diterima oleh Soedirjo Aliman atau Jentang.

Sekedar diketahui, Wali Kota Makassar tersebut diperiksa oleh penyidik Kejati Sulsel sebagai saksi terkait kasus penyewaan lahan negara di kelurahan Buloa. Danny Pomanto diperiksa selama beberapa jam, sejak pagi hingga siang hari.

Hingga saat ini, Kejati Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya adalah Asisten Satu Pemkot Makassar, Sabri, serta Jayanti dan Rusdin

Editor : Arput Rh

Rekomendasi Berita

Baca Juga