Caleg Gagal Nekat Maju di Pilwali Makassar, Numpang Tenar?

48
3 caleg nekat
3 caleg nekat

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pesta demokrasi di Kota Makassar dimanfaatkan betul sejumlah politisi untuk turut mengambil bagian atau hanya sekadar “numpang tenar”.

Dari sejumlah nama yang telah bersosialisasi dan melakukan pendaftaran di beberapa partai politik sebagai bakal calon walikota Makassar, setidaknya tercatat tiga orang yang gagal melenggang menjadi legislator pada Pileg 2014 silam, mencoba peruntungan di Pilwali yang akan digelar tahun depan.

Mereka diantaranya adalah Andi Mustaman, mantan Anggota DPRD Sulsel yang terjungkal ketika mencalonkan diri sebagai caleg DPR-RI. Tak hanya itu, Andi Mustaman juga mencatat kegagalan dalam perebutan kursi kepala daerah di Kabupaten Bone.

Selain itu, Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo juga berhasrat untuk bertarung pada Pilwali nanti. Diketahui pada pileg 2014 lalu, Haris Yasin Limpo juga gagal meraih kursi saat menjadi caleg DPRD Kota Makassar melalui partai Golkar.

Sementara nama berikutnya adalah, politisi Golkar yang juga mantan Anggota DPRD Kota Makassar tiga periode, Nasran Mone. Ia mulai menyebar baliho secara massif di Makassar. Bakal calon dengan Tagline “Nakke Tosseng” ini sebelumnya gagal mendapat jatah kursi DPRD pada pada pileg 2014 lalu.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur Andi Prianto menilai bahwa ketiga politisi kawakan itu hanya memanfaatkan momentum kontestasi Pilwali untuk bersosialisasi untuk kepentingan Pemilu 2019.

“Bisa jadi Pilwali hanya sasaran untuk kepentingan Pileg 2019,” kata Luhur saat dihubungi Sulselsatu.com, Jumat (2/6/2017).

Sebab ketiganya, kata Luhur, bukan lagi elit partai yang mampu memobilisasi dukungan. Selain itu secara dukungan partai, ketiganya sudah kehilangan momentum. Statusnya adalah tokoh politisi yang tidak lulus ujian elektoral.

“Kehadirannya lebih pada membangun dinamika internal partai dan berharap digandeng kandidat prospektif,” ujar dia.

Perihal keseriusan ketiga tokoh ini bertarung di Pilwali Makassar, Luhur beranggapan bahwa mereka hanya memanfaatkan momentum Pilwali ini untuk mengangkat popularitasnya.

“Karena mereka bukan kandidat yang siap fight secara elektoral. Mereka tidak mempersiapkan modalitas politis yang memadai untuk tampil,” kata Luhur.

Penulis : Asrul
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga