Sulsel Deflasi 0,24 Persen, Ini Alasannya

4
Nilai Ekspor, BPS, BPS Sulsel, Badan Pusat Statistik, Kepal BPS Sulsel, Nursam Salam, Ekspor Sulsel, Impor Sulsel, Negara Tujuan Ekspor Sulsel, Haji Bau, Makassar, Sulsel
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam. (Dok. Sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis hasil Indeks Harga Konsumen / Inflasi di Sulsel terbaru. Hasilnya, Sulsel mengalami deflasi 0,24 persen.

Kondisi ini di luar dari prakiraan sebelumnya. Sebab, biasanya menjelang Ramadan akan terjadi inflasi seiring dengan peningkatan tingkat konsumsi masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel Nursam Salam menuturkan penyebab utama deflasi adalah harga pangan, khususnya kelompok bahan makanan seperti cabe rawit, tomat sayur, tomat buah, ikan layang, bawang merah, gula pasir, kol/kubis dan kentang.

“Harga pangan jatuh, sementara nilai mata uang bertambah jadi salah satu penyebab deflasi,” katanya, Sabtu (3/6/2017).

Adapun deflasi menurut kelompok pengeluaran Mei 2017 adalah kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,34 persen, sandang 0,16 persen, transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,03 persen.

Komoditi yang mengalami deflasi pada Mei 2017, diantaranya cabe rawit, tomat sayur, tomat buah, ikan layang, bawang merah, tarif pulsa ponsel, gula pasir, emas perhiasan, kol atau kubis dan kentang.

Sementara untuk komoditi seperti bawang putih, tarif listrik, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, kue kering berminyak, bensin, rokok kretek filter, rokok putih dan ikan mujair mengalami inflasi pada Mei 2017.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga