Ini Pesan Luthfi A Mutty di Silaturahmi IKAPTK Sulbar

27
Luthfi A Mutty

SULSELSATU.com, MAMUJU – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Luthfi A Mutty menghadiri acara Silaturahmi Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) se-Sulawesi Barat di Mamuju, Kamis (13/7/2017). Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan arahannya kepada seluruh anggota IKAPTK.

Menurut dia, kualitas sebuah pemerintahan itu ditentukan oleh kepemimpinan, manajemen, dan prioritas program.
Kepemimpinan sekarang sangat diwarnai oleh politik, yang ditandai dengan target-target jangka pendek, pencitraan, egois dan jauh dari rakyat.

“Dekat dengan rakyat kalau hanya untuk jabat tangan dan selfie,” katanya.

Bakal calon wakil gubernur Sulsel itu menambahkan, kepemimpinan itu seharusnya tercermin pada kebijakan yang memihak, melindungi, mencerahkan, memberdayakan dan menyejahterahkan kehidupan rakyat. Kedaulatan rakyat harus dihormati bukan dimanipulasi untuk kelanggengan kekuasaan.

Perilaku pemimpin pemerintahan itu jadi acuan nilai masyarakat. Karena itu, integrasi antara kekuasaan dan pengetahuan harus terlihat kadarnya melalui perilaku kepemimpinan.

“Dari aspek manajemen, ini juga parah. Bukan saja tidak efektif tapi sudah cenderung amburadul. Indikasi kebocoran proyek, kegagalan pengelolaan sumber keuangan, inefisiensi dan korupsi semakin nyata,” jelas dia.

Luthfi menilai, kehadiran KPK tidak efektif mengurangi korupsi. Pasalnya, sistem manajemen pemerintahan tidak dibenahi.

Korupsi itu adalah produk manajemen yang sakit. Manajemen harus dibenahi melalui sistem rekrutmen dan promosi yang berbasis kualifikasi dan kompetensi. Bukan karena balas dendam dan balas jasa.

“Pengambilan keputusan harus transparan dan obyektif. Pelaksanaan kebijakan yang tepat waktu dan tepat sasaran agar pencapaian optimum,” kata dia.

Luthfi menambahkan, sebuah pemerintahan mestinya meningkatkan sistem supervisi, pengawasan dan evaluasi yang sesuai dengan standar manajemen profesional. Bukan sekedar mengejar award.

Tidak boleh terjadi penghargaan melimpah tapi tidak berbanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat. Mendapat predikat WTP tapi pungli merajalela dan pemenang tender masih diatur.

“Pendek kata, jauhi pujian-pujian palsu,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Buka Musrenbang Perempuan, Wawali Parepare: Panggung Kaum Hawa Beraspirasi

SULSELSATU.com, PAREPARE - Musrenbang perempuan tingkat Kota Parepare telah...

DPD Partai NasDem Maros Gelar Rapat Persiapan Kedatang Surya Paloh

SULSELSATU.com, Maros -- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai NasDem...

VIDEO: Wow! Pengemis Ini Ternyata Punya Mobil dan Supir Pribadi

SULSELSATU.com, JAKARTA – Seorang pengemis yang setiap harinya biasa...

Baca Juga