Politik Perlu Etika

14
H.M Luthfi A. Mutty
H.M Luthfi A. Mutty

SULSELSATU.com – Arena politik praktis memang penuh dengan tipu daya. Tetapi menurut saya, tetap saja diperlukan etika didalamnya.

Maka, asas praduga tak bersalah yang selalu jadi alasan seseorang untuk menolak mundur, meskipun dia telah ditetapkan sebagai tersangka, adalah cermin bahwa tingkat etika kita dalam berpolitik, masih rendah.

Perdana Menteri Korea Selatan, Lee Hae Chan yang mundur dari jabatannya 2006 silam, mungkin dapat menjadi contoh betapa para pemimpin Korsel sangat menjunjung tinggi etika dalam berpolitik.

Lee mundur karena dua alasan. Pertama, dia bermain golf ketika negara sedang menghadapi pemogokan karyawan kereta api nasional. Atas tindakannya itu, ia dinilai tidak peduli dengan persoalan bangsa.

Padahal dia main golf di hari libur.

Kedua, Lee ketahuan bermain golf dengan seorang pengusaha yang pernah dipenjara karena melakukan manipulasi harga. Untuk itu, maka Lee meminta maaf atas tindakan yang seharusnya tidak dia lakukan.

Rupanya bagi masyarakat yang beradab, etika sebagai acuan perilaku lebih dikedepankan dibanding hukum. Dan kita sepertinya masih jauh dari perilaku itu.

Oleh :
Luthfi Andi Mutty
Anggota DPR RI Fraksi NasDem

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Tak Hanya Gerindra, Caleg PKS Ini Rasakan Efek Positif Prabowo-Sandi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Efek positif Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno...

Bawaslu Jeneponto Lantik 1.101 Pengawas TPS

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bawaslu Jeneponto melantik 1.101 Pengawas Tempat...

Forum Perangkat Daerah Sinjai Rakor Penyusunan RKPD

SULSELSATU.com, SINJAI - Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang...

Baca Juga