Disebut Melawan Instruksi Partai Golkar di Pilwali, WT: Instruksi yang Mana?

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Sekretaris DPD II Partai Golkar Abdul Wahab Tahir mempertanyakan jika komunikasi dan keinginannya mendampingi petahana, Moh Ramdhan Pomanto dianggap melawan instruksi Partai Golkar.

Pasalnya, sejauh ini Partai Golkar belum menentukan sikap di Pilwali Makassar. Bahkan, WT masih sangat yakin jika Partai Golkar akan berada di barisan pendukung Danny Pomanto.

“Instruksi partai mana yang saya langgar? Partai Golkar belum bersikap di Pilwali dan saya masih sangat yakin jika Partai Golkar akan mendukung Pak Danny,” kata WT kepada Sulselsatu.com, Selasa 29 Agustus 2017.

Ia pun menegaskan, hubungannya yang sangat baik dengan Danny sangat mengutungkan Partai Golkar. Silahkan kata dia, ditanyakan kepada elit- elit Partai Golkar terkait sumbangsih Danny ke Partai Golkar. Makanya sangat tidak salah kata dia, jika Partai Golkar mengusung Danny Pomanto.

“Harapannya Pak Danny bisa berpasangan dengan saya, tetapi semua tergantung Pak Danny dan Partai Golkar, jadi selama belum ada keputusan resmi, janganlah pernah mengklaim Partai Golkar,” ungkap politisi yang sangat dekat dengan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid itu.

Sangat berbeda jika Partai Golkar telah memutuskan sementara WT mendukung kandidat yang lain. Ia pun menantang kubu Ketua DPD II Partai Golkar Farouk M Betta untuk memperlihatkan instruksi partai yang memerintahkan mendukung kandidat selain Danny.

“Kecuali jika rekomendasi sudah ada, maka saya sebagai kader akan tunduk dan patuh terhadap perintah Partai Golkar, meski rekomendasi itu baru sebatas kopian saja,” ungkap WT bersemangat.

Sebelumnya Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta menyebut jika komunikasi yang dilakukan oleh WT dengan Danny bukan arahan Partai Golkar. Sebab, kata Aru, sapaan Farouk M Betta, komunikasi politik antara Golkar dengan Danny sudah berakhir.

“Pak Danny tidak lagi membangun komunikasi politik yang baik dengan Golkar. Kita tidak tahu apa sebabnya. Yang pasti komunikasi politik Danny terhadap Golkar sudah renggang. Saya tidak tahu kalau ada kader yang melakukan komunikasi secara personal. Tetapi itu bukan mainan partai, bukan instruksi partai,” kata Aru.

Penulis : Asrul

Editor : Alam Malik