Mengenal Lafran Pane, Pahlawan Baru Pendiri HMI

Lafran Pane, Pahlawan Baru Pendiri HMI (INT)

SULSELSATU.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini memberikan gelar pahlawan nasional terhadap empat orang di antaranya Lafran Pane. Lafran Pane yang dilahrikan di Kampung Pagurabaan, Kecamatan Sipirok, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, 5 Februari 1922 dan meninggal pada 24 Januari 1991, diberi gelar pahlawan bukan karena terlibat peperangan, namun karena mendorong pertumbuhan gerakan pemuda di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dalam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), Lafran termasuk dalam mahasiswa-mahasiswa yang pertama mencapai gelar sarjana, yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran pane menjadi Sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia.

Lafran mengawali masa pendidikannya di Pesantren Muhammadiyah Sipirok, HIS Muhammadiyah, hingga pindah ke Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta. Wawasan dan intelektual Lafran berkembang saat proses perkuliahan yang membawa pengaruh pada dirinya. Hal tersebut juga ditandai dengan semakin banyaknya buku-buku Islam yang ia baca.

 

Lafran kemudian mendirikan HMI pada 5 Februari 1947 sebagai aktualisasi dari pandangannya tentang Islam dan Indonesia. HMI dilahirkan sebagai suatu reaksi terhadap situasi saat itu, namun juga berakar pada aspirasi umat Islam yang dikandung selama berabad-abad lamanya. Di sana, ia juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB), namun mundur dari jabatannya pada 22 Agustus 1947 dan pindah menjadi Wakil Ketua Umum.

Semasa hidupnya, Lafran banyak berkarya lewat artikel-artikel bebas yang ia tulis, di antaranya Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan Islam di Indonesia, Wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Kedudukan Dekret Presiden, Kedudukan Presiden, Kedudukan Luar Biasa Presiden, Kedudukan Komite Nasional Indonesia Pusat, Tujuan Negara, Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945, Memurnikan Pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945, Perubahan Konstitusional, dan Menggugat Eksistensi HMI.

Dilansir dari Tirto.id, Pada 3 November 2017, Presiden Joko Widodo menyetujui usulan agar pendiri HMI ini menjadi Pahlawan Nasional. Gelar pahlawan akan diberikan pada tanggal 9 November 2017. Lafran Pane diberi gelar Pahlawan Nasional karena dinilai telah memberikan sumbangsih yang besar kepada bangsa dan negara.

Editor: Febriansyah

Komentar :