Diburu KPK, NH Sarankan Setnov Taat Hukum

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid. (Sulselsatu.com/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua umum DPP Partai Golkar yang menjadi tersangka kasus dugaan korusi e-KTP dikabarkan menghilang tanpa kabar.

Hal tersebut terkuak setelah tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak melakukan penjemputan paksa di kediaman pribadi Setya Novanto, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Nomor 19 Jakarta Selatan, sekitar pukul 21.38 WIB, Rabu malam (15/11/2017) .

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid kepada sulselsatu.com mengatakan, bahwa penetapatan tersangka Setya Novanto tidak mempengarhui politik di Sulsel.

“Tidak (mempengaruhi red), itu proses hukum, Pak Novanto taat hukum,” ujar Nurdin Halid usai memberikan rekomendasi dukungan ke Iksan-Paris di Jeneponto,. Kamis 16 November 2017.

Namun demikian, pihaknya selaku kader Golkar, merasa prihatin atas kasus yang menimpa ketua umumnya itu.

“Psikologis Partai Golkar berpengaruh termasuk ketua harian, dan kita turut prihatin dengan persitiwa ini, tapi Insya Allah badai akan berlalu,” katanya.

Terkait dengan posisi Novanto yang kini menjadi buruan KPK, NH meminta Setya Novanto taat pada hukum.

“Saya mengharapkan pak Setya Novanto untuk segera mengikuti proses hukum, agar perkara yang dituduhkan menjadi jelas dan mudah-mudahan tidak menjadi fitnah, karena kebenaran akan muncul. Soal Munaslub tergantung kebutuhan organisasi, karena pilkada sisa 7 bulan lagi, apakah perlu munaslub atau nanti kita lihat,” katas NH.

Penulis: Dedy
Edoitor: Alam Malik

Komentar :