Komunitas Pengajian Bedah Rumah Warga Miskin, Dimana Pemerintah?

Nenek Raisa berfoto bersama pimpinan komunitas pengajian Sahabat Annisa yang merenovasi total rumahnya. (IST)

SULSELSATU.com, BELOPA – Gubuk reot milik Nenek Raisa, akhirnya direhab total, Rabu (29/11/2017) besok. Perbaikan bukan dari Pemerintah Kabupaten Luwu, melainkan oleh komunitas pengajian Sahabat Annisa (SA) yang dipimpin Mazrah Yasir.

Mazrah mengkonfirmasikan, pihaknya sudah menjadwalkan akan merehab total rumah Nenek Raisa. Mulai dari lantai, dinding sampai atap.

Dana yang terkumpul, merupakan urungan dari ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Sahabat Annisa, serta sumbangan dari sejumlah donatur dari berbagai daerah. Dana ini kemudian digunakan membeli bahan bangunan, serta upah kerja untuk tukang.

“Ada juga sembako, peralatan memasak, kasur dan berbagai kebutuhan memasak. Dengan bergotongroyong, seberat apapun, pasti terasa ringan. Selama kita peduli dan ikhlas berbuat untuk kemanusiaan,” kata Mazrah, Selasa (28/11/2017).

Membantu orang-orang yang hidup susah dan luput dari perhatian pemerintah, bukan kali ini saja dilakukan Sahabat Annisa. Beberapa bulan sebelumnya Sahabat Annisa juga merehab rumah serta menjamin biaya hidup dua anak yatim piatu di Kecamatan Suli.

“Kita semua punya kewaiiban membantu meringankan beban sesama manusia, dan itu yang sedang kami lakukan. Tidak ada niat untuk mengambil alih tugas pemerintah. Murni karena dorongan kemanusiaan,” ucapnya.

Diketahui, Raisa adalah salah satu janda tua yang tinggal di gubuk reot, peninggalan almarhum suaminya. Selama menempati gubuk reotnya, Raisa luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu.

Tak satupun program bantuan dari pemerintah yang dia terima. Untuk bertahan hidup, Raisa yang sudah berusia 80 tahun, hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangganya.

“Kalau tidak ada kayu bakar, saya ambil dinding papan rumah untuk dipakai memasak,” kata Raisa.

Abdulrahman, warga Belopa, menyebut bedah rumah Nenek Raisa oleh Sahabat Annisa, merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Luwu. Raisa merupakan warga negara Republik Indonesia, yang berhak mendapatkan santunan Pemerintah.

Banyak program pemerintah yang bisa diberikan pada nenek Raisa.

“Luwu ini punya slogan Wanua Mappatuo Naewai Alena, yang bermakna daerah yang bisa menghidupi dan mampu memberi kehidupan, namun di tengah-tengah kita masih ada yang tidak diperhatikan pemerintah. Ini keterlaluan,” ucapnya.

Penulis: Haswadi
Editor: Awang Darmawan