Terbukti Korupsi, Guru Besar UNM Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terdakwa kasus korupsi pembangunan laboratorium terpadu Fakultas Teknik UNM, Prof Mulyadi saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Makassar. (Sulselsatu.com/Habib Rahdar)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Mulyadi divonis dua tahun delapan bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar atas kasus korupsi pembangunan laboratorium terpadu Fakultas Teknik UNM.

Majelis hakim, Rianto Adam Ponto yang membacakan amar putusan tersebut mengatakan bahwa Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran hukum, sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 4 Miliar.

“Mengadili perbuatan terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama sama, menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan delapan bulan penjara,” kata Rianto

Dalam amar putusan tersebut, Adam juga menyebutkan bahwa selain pidana penjara, Prof Mulyadi juga dikenakan denda Rp 50 juta. Bilamana tidak mampu membayar denda, maka diganti satu bulan kurungan

Vonis itu jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sebelumnya JPU menuntut hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta, subsidaer 6 bulan kurungan

Diketahui, Prof Mulyadi merupakan salah satu tersangka kasus korupsi pembangunan laboratorium terpadu Fakultas Teknik UNM.

Selain Mulyadi, polisi juga menetapkan tiga tersangka masing-masing yakni Edy Rachmad Widianto (Direktur Utama PT Jasa Nusantara), Yauri Razak (Team Leader Manajamen Konstruksi PT Asta Kencana Arsimetama) dan Prof Mulyadi (Pejabat Pembuat Komitmen UNM).

Sementara satu tersangka lainnya, Johny Anwar Widianto (Ketua Tim Teknis UNM) telah meninggal dunia sebelum dilakukan penahanan.

Penulis: Munawir
Editor: Awang Darmawan

BAGIKAN

Komentar :