Usai Dituntut Tiga Tahun, Danny Masih Ogah Berhentikan Sabri

Assiten I Pemkot Makassar Moh Sabri, terdakwa dugaan korupsi sewa lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo. (Foto/ Dok)

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengaku belum memikirkan pemecatan Asisten I Bidang Pemerintahan Muh. Sabri, kendati Jaksa telah menetapkan Sabri sebagai tersangka pada kasus sewa lahan negara di kelurahan Buloa kecamatan Tallo.

Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto beralasan, tuntutan 3 tahun penjara yang dikeluarkan yang diusulkan jaksa penuntut umum belum inkra. Apalagi masih ada upaya hukum selanjutnya yang bisa ditempuh oleh Sabri pasca hakim memberikan putusan.

“Belum, dia kan masih punya banding. Sanksi sekarang baru penahanan gaji dan tunjangan,” kata Danny, Rabu (6/12/2017).

Oleh Danny, surat pemecatan dikeluarkan apabila status hukum Sabri telah ditetapkan oleh majelis hakim.”Kalau hukum tetap pasti dia berhenti, belum ada putusan juga,” ujarnya.

Sebelumnya, Sabri ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati atas kasus sewa lahan negara di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo yang merugikan uang negara sebesar Rp 500 juta pada 25 Maret 2017 lalu. Lima bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka, yakni tanggal 10 Juli 2017, Sabri resmi menjadi tahanan Kejati.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor: Alam Malik

BAGIKAN

Komentar :