Sekkab Jeneponto Bakal Diperiksa Panwaslu, Ini Sebabnya

Panwaslu Jeneponto, Pilkada Jeneponto, Pilkada Serentak 2018
Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful. (Sulselsatu.com/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto mulai tegas menindak oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diduga tidak netral jelang Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan ke Sekretaris Kabupaten Jeneponto, Muh Syarif untuk dimintai klarifikasi terkait netralitasnya selaku aparatur sipil negara (ASN) di Pilkada Jeneponto.

“Pemanggilan itu untuk dimintai keterangannya terkait temuan Panwas berupa kegiatan penyebaran baliho dan spanduk yang bertuliskan calon Bupati Jeneponto disertai logo partai,” kata Saiful, kepada sulselsatu.com, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, Syarif juga akan untuk dimintai klarifikasi terkait fotonya bersama bakal calon gubernur Sulsel, Nurdin Halid. Di foto tersebut, Syarif terlihat ikut memeragakan salam Sulsel Baru yang identik dengan Nurdin.

“Termasuk foto beliau bersama salah satu bakal calon gubernur Sulsel di salah satu media daring yang memperlihatkan simbol bersama salah seorang bakal calon Gubernur Sulsel,” ujar Saiful.

Saiful mengatakan, apa yang dilakukan Syarif diduga kuat melanggar UU. No 5 Tahun 2014 dan PP. No 53 Tahun 2010. Untuk itu, pihak akan melakukan tindakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“ASN yang mencalonkan sebagai calon bupati harus berhenti dulu dari ASN baru boleh melakukan kegiatan sosialisasi, baik melalui baliho, spanduk dan lain-lain. Jadi sepanjang belum berhenti, jangan dulu melakukan aktivitas politik,” katanya.

Syarif sendiri rencananya akan diperiksa di kantor Panwaslu Jeneponto, Jl. Ishak Iskandar, pada Kamis (7/12/2017) besok.

“Panwaslu Jeneponto tidak akan tebang pilih dalam mengawal terciptanya Pilkada yang berkualitas di Jeneponto, siapa pun orangnya,” kata Saiful.

Penulis: Dedi
Editor: Awang Darmawan

BAGIKAN

Komentar :