Penyidik Akan Limpahkan Berkas Ahmad Dhani ke Kejaksaan

Ahmad Dhani (Foto: Rappler)

SULSELSATU.com – Penyidik tengah merampungkan berkas perkara tersangka Ahmad Dhani terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau ujaran kebencian lewat media sosial (medsos) Twitter. Pekan ini, berkas perkara sudah dapat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah menyelidiki kasus sejak Maret 2017, dan telah menetapkan pentolan grup band Dewa 19 itu sebagai tersangka.

“Kita tinggal melengkapi saja berkas kalau sudah selesai dikirimkan ke kejaksaan,” ujar Argo dikutip dari beritasatu, Rabu (6/12).

Sementara itu, mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan mengatakan, berkas perkara sudah bisa diserahkan ke Kejari pada pekan ini.

“Sudah bisa diserahkan tahap satu, mungkin pekan ini tahap satu. Kita sudah lakukan koordinasi sebelum-sebelumnya, untuk sementara ini kelihatannya sudah cukup,” ungkap Iwan usai pelantikan Kapolres Metro Jakarta Selatan baru di Polda Metro Jaya.

Posisi Iwan saat ini digantikan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Ia menyampaikan, apabila berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, penyidik tinggal menyerahkan tahap dua tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

“Jadi kalau itu tinggal kirim secara formil. Kemudian nanti kalau sudah di P21, kita panggil lagi saudara Dhani, dan diserahkan ke kejaksaan,” katanya.

Menyoal apakah ada pemeriksaan terhadap Dhani kembali, Iwan menyatakan tidak ada.

“Tidak ada lah, apa lagi yang mau diperiksa lagi. Silakan (apabila kejaksaan mau melakukan penahanan nanti). Kalau dari penyidik tidak melakukan penahanan. Yang penting kasusnya berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ahmad Dhani harus berurusan kembali dengan polisi, setelah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melaporkannya terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau ujaran kebencian melalui media sosial Twitter, ke Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/3) malam.

Laporan yang dibuat Jack Boyd Lapian dengan nomor: LP/1192/III/2017/PMJ/ Ditreskrimsus, itu berkaitan dengan cuitan Dhani di Twitter yang berisi: “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya.”

Cuitan Dhani itu, diduga mengandung unsur kebencian dan permusuhan, serta melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Laporan itu, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diproses lebih lanjut. Sebelum menetapkan Dhani sebagai tersangka, penyidik sudah memeriksa pelapor, sejumlah saksi, termasuk saksi ahli.

Editor : Agung Hidayat

BAGIKAN

Komentar :