Barang Bukti Minim, Polisi Lacak Riwayat Perkara Bandar Narkoba di Bone

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim. (Sulselsatu.com/Hendra Wijaya)

SULSELSATU.com, BONE – Upaya unit narkoba Polres Bone untuk menjerat Irawan alias Suroe, dengan hukuman berat menuai kendala. Penyidik saat ini tengah berupaya agar Suroe bisa diklasifikasikan sebagai bandar.

Kepada sulselsatu.com, Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim mengatakan, anggotanya saat ini tengah berkomunikasi dengan Kejaksaan terkait upaya anggotanya untuk menjerat Suroe dengan hukuman yang lebih berat.

Sebab saat ditangkap Suroe, polisi tidak menemukan banyak barang bukti. Barang bukti yang ditemukan hanya sisa sabu dalam bungkus kecil. Dengan barang bukti tersebut, anggotanya sulit untuk menjerat Suroe sebagai bandar.

“Saat ditangkap mereka memang habis makai. Semuanya positif, tapi barang bukti yang ditemukan hanya sisa sabu. Jadi sulit menyebut Suroe sebagai bandar,” kata Kadarislam, Rabu (6/12/2017).

Namun, menurut dia, masih ada upaya lain yang dapat ditempuh penyidik untuk mengklasifikasikan Suroe, sebagai bandar. Pihaknya kini mencoba mengaitkan laporan polisi (LP) terkait sejumlah tersangka narkoba lainnya yang merujuk barang bukti sabu bersumber dari Suroe.

“Kita akan kaitkan dengan LP sebelumnya bagaimana Suroe, ini bisa dihukum berat,” ungkapnya.

Selain Suroe, salah satu anggota polisi yang bertugas di Polsek Patimpeng, Awang Darmawan, yang tertangkap bersama Suroe, Kadarislam, menyebut anggotanya akan diberi hukuman indisipliner.

“Dia (Awang Darmawan) juga positif, kita akan beri dia sanksi disiplin,” tandasnya.

Sebelumnya, Suroe, diciduk unit Intelkam Polres Bone, usai pesta sabu bersama rekannya Dedi Aswar, serta anggota polisi bernama Awang Darmawan, Minggu (3/12/2017).

Penulis: Hendra Wijaya
Editor: Awang Darmawan

BAGIKAN

Komentar :