Polda Segera Lanjutkan Penyidikan Kasus Bandara Mangkendek

Polda Sulsel merilis 51 kasus korupsi yang ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel selama satu tahun, di ruang Ditreskrimsus Polda Sulsel, Rabu (6/12/2017). (Sulselsatu.com/ Munawir)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bergulir sejak 2013, penyidikan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Mengkendek Kabupaten Tana Toraja belum juga final. Unit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel yang menangani kasus tersebut mengaku ragu bertindak lebih jauh.

Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan mengatakan, untuk melakukan pemeriksaan terkait kasus yang merugikan negara sebanyak Rp 38,2 miliar tersebut, pihaknya masih perlu melakukan penghitungan ulang terhadap lahan di lokasi itu.

“Kita harus melakukan penghitungan ulang di lokasi. Di dalam lokasi itu ada beberapa lokasi yang dituntut di Mahkamah Agung itu menang. Nah itu yang jadi masalah,” kata Yudhiawan, Kamis (7/12/2017).

Lanjut Yudhiawan, kasus tersebut sebenarnya sejak lama ingin dirampungkan. Akan tetapi, untuk mengetahui angka pasti kerugian negara yang ditimbulkan oleh kasus tersebut, pihaknya mesti melakukan penghitungan ulang.

“Setelah disupervisi oleh KPK, dalam waktu dekat tim kita dari unit Tipikor dan pihak Kejaksaan bersama BPKP akan turun ke lokasi untuk melakukan perhitungan ulang,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini Polda telah menetapkan Sekretaris Kabupaten Tana Toraja, Enos Karoma sebagai tersangka.

Dalam kasus tersebut, Enos berperan sebagai Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Selain Enos Polda juga menetapkan Ruben Rombe yang menjabat sebagai Camat Mengkendek.

Penulis: Munawir
Editor: Awang Darmawan

BAGIKAN

Komentar :