Pengawasan Lemah, ASN Diragukan Netral di Pilkada

Pengamat politik Unhas Aswar Hasan. (Dok sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Tiap musim Pemilihan Kepala Daerah tiba. Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) kerap disibukkan dari tugas-tugas sebagai abdi negara. Kemudian, bercampur dengan abdi politik.

Lantas apa yang menyebabkan kondisi itu terjadi. Seperti apa solusinya Pengamat Politik Aswar Hasan ikut terusik dengan fenomena tersebut. Ia menguraikannya dalam petikan wawancara berikut. Apa faktor-faktor sehingga ASN sulit untuk bersikap netral pada Pilkada khususnya di Sulsel dan Makassar ?

Yang pertama, calon yang maju khususnya incumbent (petahana) memanfaatkan ASN tanpa mengingat keselamatan ASN. Mereka dengan sengaja dilibatkan oleh pejabat negara itu sendiri.

Penyebab kedua karena kontrol dari komisi pengawasan yang lemah. Sehingga, terjadinya suatu pelanggaran di tubuh pegawai pemerintahan.

Untuk itu kata Aswar, tugas pengawasan tak hanya dibebankan kepada pihak komisi pengawasan. Melainkan juga dituntut peran aktif dari elemen masyarakat dan kelompok sosial.

“Bukan sekedar tindakan pencegahan saja. Pihak yang terlibat dengan politik praktis harus diberi ancaman sanksi yang tegas dan berefek jera. Bila tidak demikian kondisi yang ada saat ini akan berulang di kemudian hari. Terus berlanjut,” kata Aswar.

Sehingga, pemerintahan yang bakal ada di masa mendatang harus memberikan kesadaran bagi ASN terhadap pentingnya menjaga profesional dan netralitas dalam menghadapi musim Pilkada. Bukan semata-mata dimanfaatkan untuk kepentingan politik sesaat.

“Pemerintahan yang baik harus didukung oleh perangkat birokrasi yang juga baik. Dimulai dari pemimpin kepala pemerintahannya,” ungkap Aswar.

Penulis: Esa Ramadana
Editor: Alam Malik

BAGIKAN

Komentar :