Ini 5 Jenderal Perang yang Paling Ditakuti di Zamannya

78
  • 8
    Shares
Ilustrasi (INT)

SULSELSATU.com – Dunia hari ini adalah apa yang terjadi di masa lalu. Sejarah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Peperangan yang terjadi berabad-abad lalu tidak bisa dimungkiri adalah hal yang membentuk kehidupan di masa selanjutnya.

Dalam peperangan itu, ada sosok yang memimpin pasukan menembus pertahanan lawan. Seorang jenderal perang yang membuat strategi dan taktik, hingga berhasil menaklukkan musuh. Bahkan sejarah mencatat ada beberapa panglima perang yang tak terkalahkan. Siapa saja mereka?

1. Salahuddin Al-Ayyubi
Bernama Salahuddin Al-Ayyubi, lebih dikenal sebagai Saladin, merupakan sosok panglima perang Muslim yang melawan pasukan Perang Salib. Kepemimpinannya berhasil menaklukkan pasukan Salib dalam Perang Hattin pada tahun 1187, hingga Yerusalem takhluk tanpa jatuh korban satupun dari warga sipil. Wilayah kekuasaannya sangat luas, termasuk Yaman, Suriah, Mesir, Hijaz, dan Mesopotamia.

2. Khalid ibn Al-Walid
Khalid berasal dari klan Quraish yang sangat membenci Islam, bahkan pernah berniat membunuh Muhammad. Namun setelah masuk Islam, ia dipercaya sebagai panglima perang bahkan sampai ke masa penerus pemimpin Daulah Islamiyah beberapa tahun setelahnya.

Khalid membawa kemenangan bagi umat Islam di lebih dari 100 peperangan, termasuk saat melawan dua imperium besar saat itu, Yunani dan Persia.

3. Jenghis Khan
Sejarah mencatat betapa bengisnya pemimpin pasukan Mongol ini, 40 juta nyawa melayang di bawah komandonya. Masa kecilnya juga menyisakan riwayat hitam, ketika ia membunuh saudara tirinya sendiri dalam sebuah pertengkaran.

4. Narses
Narses adalah komandan perang untuk Kekaisaran Romawi dalam masa kepemimpinan Justinian I. Ia dikenal sangat aktif mendukung kebijakan kaisar dalam melawan aliran Paganisme.

5. Yi Sun-Shin
Ia merupakan komandan angkatan laut militer Korea. Saat Dinasti Joseon, ia dikenal atas kemenangannya melawan pasukan Jepang dalam Perang Imjin. Etika perangnya begitu dihormati bahkan oleh petinggi-petinggi militer Jepang.

Editor : Agung Hidayat