Akhir Kisah di Film Maipa Kuras “Emosi” Penoton

77
Suasana saat nonton Film Maipa (Sulselsatu/Sri Wahyudi Astuti)
iklan-sulselsatu-sumarsono

SULSELSATU.com, MAKASSAR-Kisah cinta yang kenal masyarakat sebagai Romeo and Juliet versi Makassar dan Sumbawa kini dianggkat film oleh Rere Art2tonic. Tayang pertama kali pada 11 Januari 2018 kemarin, dua studio XXI dipadati oleh penonton.

Tak hanya hari pertama, karcis presale untuk tiga hari kedepan, diakui Rere sebagai sutradara telah habis terjual.

Maipa Deapati adalah keturunan kerajaan Sumbawa, sedang Datu’ Museng adalah putra bangsawan kerajaan Gowa. Keduanya adalah sepasang suami istri yang bahagia di tanah kelahiran Maipa Deapati di Sumbawa.

Setelah mendapat surat utusan pasukan kerajaan Gowa tentang dijajahnya tanah Makassar oleh Belanda, Datu’ Museng beserta istrinya dan pasukannya berangkat menyelamatkan tanah kelahirannya.

Tomalompoa yang menginginkan Maipa untuk diperistrinya, menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengalahkan Datu’ Museng. Namun, Maipa tak rela dan meminta Datu’ Museng untuk membunuhnya ketika pasukan Datu’ Museng Kalah.

Dengan berat hati, Datu’ Museng membunuh istrinya dengan badik pusakanya. Namun, Datu’ Museng berjanji akan menemui istrinya sebelum Magrib.

“Duluanlah kamu istriku menemui Ilahi, aku akan menemuimu sebelum Zuhur, jika aku belum datang, maka aku akan menemuimu sebelum Ashar, dan jika aku tetap belum datang, maka aku akan menemuimu sebelum Magrib,” begitulah kalimat terakhir Datu’ Museng yang didengar oleh Maipa sebelum ia meninggal.

Berjuang melawan Belanda hingga Asar sebelum Maghrib Datu’ Museng menyerahkan dirinya untuk dibunuh oleh pengkhianat dari kaumnya sendiri agar ia mendapatkan jabatan Datu’ Museng sebagai panglima perang.

Seluruh pasukan yang berjuang melawan Belanda tidak ada yang berhasil kembali ke tanah Sumbawa.

“Satu tidak pulang maka semua tidak pulang,” begitulah narasi terakhir dalam Film Maipa Deapati dan Datu’ Museng.

Salah seorang penonton, Anthoni, merasa terenyuh melihat ending dalam film ini. Dia mengaku jika itu adalah bagian terbaik dalam film yang telah dinontonnya.

“Yang paling saya suka adalah endingnya saat Maipa dan Datu’ Museng meninggal. Kata-kata yang katakan Datu Museng kepada Maipa sangat menyentuh. Memancing emosi penonton,” kata Anthoni, Jumat (12/01/2018).

Sutradara Film Maipa, Rere, mengaku tidak hanya dihari pertama namun karcis presale untuk tiga hari ke depan sudah habis terjual.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya