Kompromi dan Bermain “Dua Kaki” Gaya Parpol di Pilgub Sulsel

10
Pengamat Politik Unismuh, Andi Luhur Prianto (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR-Sejumlah partai nampaknya ingin mencari aman dengan bermain “dua kaki” di Pilgub Sulsel.

Hal itu, setidaknya terlihat dari dukungan sejumlah kader partai politik yang berbeda dengan rekomendasi yang dikeluarkan pimpinan partai, namun tidak mendapat sanksi sama sekali.

Beberapa partai di antaranya, PPP dan PAN. PPP telah menyatakan mengusung pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL), namun sebagian besar kader tetap memenangkan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Selain itu, PAN yang telah menyatakan berada pada barisan pemenangan Nurdin Abdulah-Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), juga mengalami hal serupa. Sejumlah elit PAN di Sulsel, secara terbuka juga menyatakan berada di pihak IYL-Cakka.

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai permainan “dua kaki” yang dilakukan partai politik, bisa terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya sebagai buah kompromi dari mekanisme pengambilan keputusan tentang usungan yang sangat elitis dan melawan aspirasi arus bawah partai.

Video Pilihan

“Beberapa partai memang “tidak tegak lurus”, tergantung budaya organisasi di parpol yang bersangkutan. Meskipun sebenarnya semua partai punya mekanisme penegakan aturan dan sanksi,” kata Luhur kepada Sulselsatu.com, Jumat (12/1/2018)

Selain itu Luhur, meilihat sepertinya partai politik lebih pragmatis memanfaatkan momentum, terutama yang bertarung adalah kandidat dari eksternal partai.

“Bisa juga karena kompromi hasil memanfaatkan ruang yang terbuka pada level DPC/DPW. Beberapa Elit DPP partai bisa memaklumi gerakan tambahan kadernya,” tambahnya

“Soal citra partai, mereka bisa merasionalisasi dengan sistem politik elektoral kita yang memang sangat liberal,” pungkasnya.

Penulis: Ramdhan Akbar
Editor: Hendra Wijaya