Ini Tiga Kandungan Berbahaya Mi Instan

Ilustrasi mi instan (Int)

SULSELSATU.com-Mi instan menjadi salah satu makanan penjanggal perut paling pavorit di Indonesia. Harga yang tergolong murah dan cara buatnya sederhana menjadikan mi instan kian digemari.

Namun, mi instan ternyata memilki banyak efek buruk lho. Seperti dikutip dari laman food.ndtv.com, dan liputan6.com, berikut 3 alasan mengapa mi instan berbahaya apabila dikonsumsi secara rutin;

1. Dibuat dengan Bahan Pengawet
Mi instan dapat disimpan jauh lebih lama bukan berarti membuat mi instan baik untuk dikonsumsi, ada bahaya besar yang mengintai. Dalam satu kemasan mi instan akan ada banyak bahan pengawet dan campuran zat-zat lainnya.

Bahayanya meliputi kandungan nutrisi yang rendah, tinggi lemak, tinggi kalori dan sodium serta ditambah dengan pewarna dan perasa.

“Monosodium glutamat (MSG) adalah bahan pengawet yang sangat berbahaya. Pada dasarnya, bahan pengawet yang berkhasiat untuk meningkatkan rasa ini diizinkan penggunaannya. Namun dalam kadar yang ada batasnya. Tak boleh berlebihan,” ujar Dr. Sunil Sharma, seorang dokter umum di Madan Mohan Malviya Hospital, New Delhi, India.

“Jika konsumsi ini dilakukan terus menerus itu berarti Anda selalu makan bahan pengawet dan akan menimbulkan masalah besar pada tubuh,” tambahnya.

Tahun lalu, The Washington Post, telah melaporkan sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan untuk mencari tahu efek samping mi instan terhadap kesehatan manusia.

“Mi Instan adalah makanan yang praktis dan lezat. Namun, risiko sindrom metabolik dapat mengancam. Kandungan sodiumnya sangat tinggi, lemak jenuh dan glikemiknya tidak sehat,” kata Hyun Shin, kandidat doktor di Harvard School of Public Health.

Studi itu akhirnya menyimpulkan bahwa konsumsi mi instan yang berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes, tekanan darah tinghi, hipertensi dan masalah lainnya.

2. Dibuat dari Bahan Dasar Tepung Maida
Sebagian besar mi instan dibuat dari bahan dasar tepung gandum. Salah satu yang paling sering adalah tepung jenis maida yang nyatanya tak terlalu baik bagi kesehatan.

Maida adalah salah satu varian dari tepung gandum yang memiliki tekstur halus dan serat yang sangat rendah dibanding tepung-tepung lainnya.

Tepung maida memang cepat untuk dicerna. Namun, karena seratnya yang begitu sedikit, Anda akan merasa belum kenyang dan menuntut Anda untuk makan lagi, lagi dan lagi.

Menurut Dr. Simran Saini, seorang ahli nutrisi di Rumah Sakit Fortis, New Delhi mengatakan: “Mi instan yang diolah dari tepung maida dan bahan pengawet adalah kombinasi kosong.”

3. Kandungan Lemak Berbahaya untuk Tubuh
Mi instan mengadung lemak jenuh yang jika dikonsumsi secara berlebihan atau teratur dapat menaikan kadar kolesterol dalam darah.

Memiliki riwayat kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan juga diabetes.

“Bumbu pada mi instan mengandung kolesterol jahat, karbohidrat tanpa nutrisi dan serat sama sekali. Seharusnya bisa Anda bayangkan jika mi instan dikonsumsi setiap hari,” ujar Dr. Sharma.

Pada tahun 2013, sekelompok dokter di Amerika Serikat melakukan percobaan untuk melihat bagaimana fungsi pencernaan seseorang yang doyan makan mi instan.

Dengan bantuan kamera seukuran mikro, para dokter bisa melihat proses pengolahan mi instan dalam tubuh. Saat dilihat, ternyata butuh waktu berjam-jam bagi tubuh untuk mencerna mi tersebut.

Dr. Sharma memperingatkan bahwa makanan cepat saji atau olahan serupa harus dikonsumsi sesekali dan tak boleh menggantikan posisi makanan sehat.

Editor: Hendra Wijaya

Berita Terkait

Komentar :