Impor Beras Rugikan Petani

9
Ilustrasi (Int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR-Keputusan Kementerian Perdagangan yang mewacanakan impor beras sebesar 500 ribu ton diprediksi bakal merugikan para petani di tanah air.

Kemendag berdalih, impor beras untuk mengantisipasi melonjaknya harga beras dan pasokan beras yang menurun. Selain itu Kemendag menyebut, beras yang diimpor tidak ditanam di Indonesia.

Ekonom UIN Alauddin Makassar, Muhammad Rum, mengatakan kebijakan pemerintah pusat untuk mengimpr beras bakal merusak harga petani.

“Impor beras ini tentunya menguntungkan importir dan merusak harga petani utamanya gabah kering giling karena petani yang menanggung pupuk dan biaya pasca panen, sementara beras impor beredar dengan harga murah,” kata Rum.

Impor beras kata dia, baru bisa dilakukan jika seandainya terjadi kelangkaan beras akibat banjir dan bencana alam lainnya. D sinilah pemerintah harus menyalurkan secara langsung.

“Sebaiknya ada tukar menukar antara daerah surplus ke daerah minus pangan. Terbukti jika daerah masih memiliki daerah dengan pemasok beras yang berlebih seperti Sidrap, Pinrang, dan Polmas, serta masih banyak daerah lain, sementara pusat kota kekurangan,” tutupnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya